Kamis, 29 Desember 2011

Sebuah Awal

Ketika apa yang kau harapkan
Tergambarkan oleh imajinasi
Berada tepat di depan kedua bola matamu
Lenyap tertelan oleh dunia tempatmu bernaung
Perasaan apa yang tersibak dari rongga jiwamu?
Masihkah hatimu utuh tak tersentuh kerapuhan?
Masihkah semangatmu membara seperti dulu kala?
Masihkah engkau bersedia kembali?
Menjejakkan kaki-kakimu di atas tanah
Berdiri tegak di bawah langit yang terjunjung begitu tinggi
Berdiri dengan kepala mendongak
Memandang menembus cakrawala luar biasa
Dan bersiap berlari untuk menyambut masa depan
Keberhasilan takkan kau kecap manis
Bila pahit belum terasa…
Langkahkan kakimu, meski hanya satu langkah kecil
Karena itu…
Adalah sebuah awal…
Awal dari perubahan yang akan kau lukis pada kanvasmu…
Awal dari segalanya…

Minggu, 25 Desember 2011

Senyum Seorang Wanita

Seuntai kata...
Hanya memiliki sebuah arti
Namun seulas senyuman
Merangkul berbagai macam arti

Sebuah senyum yang dilemparkan
Oleh seorang wanita
Tak bisa dikau simpulkan
Apa makna dibalik senyumannya

Senyum seorang wanita
Kepada seorang lelaki
Tak berarti dia menyukainya
Tak berarti dia jatuh hati

Senyum yang dikau saksikan
Dari seorang wanita
Tak berarti dia sedang bahagia
Tak pernah bisa dikau pastikan

Dibalik senyumannya
Ia mampu menyimpan amarahnya
Dibalik senyumannya
Ia mampu menahan kesedihannya

Wanita...
Bagaikan topeng dua sisi
Bagaikan karang di tepi pantai
Tak bisa dikau terka siapa dirinya

Dua Insan

Hujan mulai mereda
Sang surya mulai menampakkan dirinya
Diiringi oleh bianglala
Yang kian memesona

Tiupan angin yang lembut
Menerpa wajah anggunnya
Rona merah muncul di wajahnya
Membuatnya bagaikan tomat

Dua insan yang berbeda warna
Tengah dilanda asmara
Rasa malu menyergap mereka
Saat belah mata saling bertemu

Perasaan yang membuncah
Tersimpan rapat hingga tak ada celah
Bagi orang untuk menerka-nerka
Perasaan rahasia milik mereka

Biarkan semua dalam kegelapan
Biarkan semua dalam kerahasiaan
Hingga hilang semua keraguan
Hingga hati memberi persetujuan

Cinta di Hati

Pada siapa hatiku tertambat
Tak seorang pun tahu
Pada siapa hatiku terjerat
Tak seorang pun mencari tahu

Matanya berbinar-binar
Memancarkan cahaya rembulan
Apatah gerangan
Yang membuat ia menawan

Sungguh hatiku berbunga-bunga
Ketika ia menjabat tanganku
Dan mulai berkenalan denganku
Saling bertukar nama

Oh Tuhanku...
Tenangkanlah hatiku
Yang setiap saat selalu
Teringat akan dirinya

Keindahan yang Tersembunyi

Malam yang panjang dan dingin datang
Membangunkan kehidupan malam yang masih bersembunyi
Seberkas sinar rembulan menerangi sudut-sudut kota yang mati
Mengajak mereka menikmati malam tersebut

Aku yang belum terlelap ketika itu
Mendengar bisikan lembut nan merayu
Terpesonaku oleh suara misterius yang kudengar
Seakan mengajak untuk menyibak rahasia dunia malam

Kulangkahkan kaki menuju dunia yang tak kukenal sebelumnya
Tuk mengikuti sebuah suara yang tak kuketahui asalnya
Dan untuk pertama kalinya aku keluar dari tempat persembunyianku
Mencoba menelusuri sebuah dunia yang begitu asing

Mataku terbelalak menangkap barisan manusia
Yang berjalan ke kanan dan ke kiri
Gelak tawa mewakili perasaan mereka
Yang tengah bercengkrama dengan teman mereka

Langit malam yang gelap menerawang
Bertaburan bintang-bintang yang terang benderang
Tak lupa hadir sesosok bulan
Tuk memperindah malam yang kian menawan