Ketika apa yang kau harapkan
Tergambarkan oleh imajinasi
Berada tepat di depan kedua bola matamu
Lenyap tertelan oleh dunia tempatmu bernaung
Perasaan apa yang tersibak dari rongga jiwamu?
Masihkah hatimu utuh tak tersentuh kerapuhan?
Masihkah semangatmu membara seperti dulu kala?
Masihkah engkau bersedia kembali?
Menjejakkan kaki-kakimu di atas tanah
Berdiri tegak di bawah langit yang terjunjung begitu tinggi
Berdiri dengan kepala mendongak
Memandang menembus cakrawala luar biasa
Dan bersiap berlari untuk menyambut masa depan
Keberhasilan takkan kau kecap manis
Bila pahit belum terasa…
Langkahkan kakimu, meski hanya satu langkah kecil
Karena itu…
Adalah sebuah awal…
Awal dari perubahan yang akan kau lukis pada kanvasmu…
Awal dari segalanya…
Love, Life and Faith
Kamis, 29 Desember 2011
Minggu, 25 Desember 2011
Senyum Seorang Wanita
Seuntai kata...
Hanya memiliki sebuah arti
Namun seulas senyuman
Merangkul berbagai macam arti
Sebuah senyum yang dilemparkan
Oleh seorang wanita
Tak bisa dikau simpulkan
Apa makna dibalik senyumannya
Senyum seorang wanita
Kepada seorang lelaki
Tak berarti dia menyukainya
Tak berarti dia jatuh hati
Senyum yang dikau saksikan
Dari seorang wanita
Tak berarti dia sedang bahagia
Tak pernah bisa dikau pastikan
Dibalik senyumannya
Ia mampu menyimpan amarahnya
Dibalik senyumannya
Ia mampu menahan kesedihannya
Wanita...
Bagaikan topeng dua sisi
Bagaikan karang di tepi pantai
Tak bisa dikau terka siapa dirinya
Hanya memiliki sebuah arti
Namun seulas senyuman
Merangkul berbagai macam arti
Sebuah senyum yang dilemparkan
Oleh seorang wanita
Tak bisa dikau simpulkan
Apa makna dibalik senyumannya
Senyum seorang wanita
Kepada seorang lelaki
Tak berarti dia menyukainya
Tak berarti dia jatuh hati
Senyum yang dikau saksikan
Dari seorang wanita
Tak berarti dia sedang bahagia
Tak pernah bisa dikau pastikan
Dibalik senyumannya
Ia mampu menyimpan amarahnya
Dibalik senyumannya
Ia mampu menahan kesedihannya
Wanita...
Bagaikan topeng dua sisi
Bagaikan karang di tepi pantai
Tak bisa dikau terka siapa dirinya
Dua Insan
Hujan mulai mereda
Sang surya mulai menampakkan dirinya
Diiringi oleh bianglala
Yang kian memesona
Tiupan angin yang lembut
Menerpa wajah anggunnya
Rona merah muncul di wajahnya
Membuatnya bagaikan tomat
Dua insan yang berbeda warna
Tengah dilanda asmara
Rasa malu menyergap mereka
Saat belah mata saling bertemu
Perasaan yang membuncah
Tersimpan rapat hingga tak ada celah
Bagi orang untuk menerka-nerka
Perasaan rahasia milik mereka
Biarkan semua dalam kegelapan
Biarkan semua dalam kerahasiaan
Hingga hilang semua keraguan
Hingga hati memberi persetujuan
Sang surya mulai menampakkan dirinya
Diiringi oleh bianglala
Yang kian memesona
Tiupan angin yang lembut
Menerpa wajah anggunnya
Rona merah muncul di wajahnya
Membuatnya bagaikan tomat
Dua insan yang berbeda warna
Tengah dilanda asmara
Rasa malu menyergap mereka
Saat belah mata saling bertemu
Perasaan yang membuncah
Tersimpan rapat hingga tak ada celah
Bagi orang untuk menerka-nerka
Perasaan rahasia milik mereka
Biarkan semua dalam kegelapan
Biarkan semua dalam kerahasiaan
Hingga hilang semua keraguan
Hingga hati memberi persetujuan
Cinta di Hati
Pada siapa hatiku tertambat
Tak seorang pun tahu
Pada siapa hatiku terjerat
Tak seorang pun mencari tahu
Matanya berbinar-binar
Memancarkan cahaya rembulan
Apatah gerangan
Yang membuat ia menawan
Sungguh hatiku berbunga-bunga
Ketika ia menjabat tanganku
Dan mulai berkenalan denganku
Saling bertukar nama
Oh Tuhanku...
Tenangkanlah hatiku
Yang setiap saat selalu
Teringat akan dirinya
Tak seorang pun tahu
Pada siapa hatiku terjerat
Tak seorang pun mencari tahu
Matanya berbinar-binar
Memancarkan cahaya rembulan
Apatah gerangan
Yang membuat ia menawan
Sungguh hatiku berbunga-bunga
Ketika ia menjabat tanganku
Dan mulai berkenalan denganku
Saling bertukar nama
Oh Tuhanku...
Tenangkanlah hatiku
Yang setiap saat selalu
Teringat akan dirinya
Keindahan yang Tersembunyi
Malam yang panjang dan dingin datang
Membangunkan kehidupan malam yang masih bersembunyi
Seberkas sinar rembulan menerangi sudut-sudut kota yang mati
Mengajak mereka menikmati malam tersebut
Aku yang belum terlelap ketika itu
Mendengar bisikan lembut nan merayu
Terpesonaku oleh suara misterius yang kudengar
Seakan mengajak untuk menyibak rahasia dunia malam
Kulangkahkan kaki menuju dunia yang tak kukenal sebelumnya
Tuk mengikuti sebuah suara yang tak kuketahui asalnya
Dan untuk pertama kalinya aku keluar dari tempat persembunyianku
Mencoba menelusuri sebuah dunia yang begitu asing
Mataku terbelalak menangkap barisan manusia
Yang berjalan ke kanan dan ke kiri
Gelak tawa mewakili perasaan mereka
Yang tengah bercengkrama dengan teman mereka
Langit malam yang gelap menerawang
Bertaburan bintang-bintang yang terang benderang
Tak lupa hadir sesosok bulan
Tuk memperindah malam yang kian menawan
Membangunkan kehidupan malam yang masih bersembunyi
Seberkas sinar rembulan menerangi sudut-sudut kota yang mati
Mengajak mereka menikmati malam tersebut
Aku yang belum terlelap ketika itu
Mendengar bisikan lembut nan merayu
Terpesonaku oleh suara misterius yang kudengar
Seakan mengajak untuk menyibak rahasia dunia malam
Kulangkahkan kaki menuju dunia yang tak kukenal sebelumnya
Tuk mengikuti sebuah suara yang tak kuketahui asalnya
Dan untuk pertama kalinya aku keluar dari tempat persembunyianku
Mencoba menelusuri sebuah dunia yang begitu asing
Mataku terbelalak menangkap barisan manusia
Yang berjalan ke kanan dan ke kiri
Gelak tawa mewakili perasaan mereka
Yang tengah bercengkrama dengan teman mereka
Langit malam yang gelap menerawang
Bertaburan bintang-bintang yang terang benderang
Tak lupa hadir sesosok bulan
Tuk memperindah malam yang kian menawan
Senin, 16 Mei 2011
Persahabatan yang Retak
Kalian pernah ngrasain rasanya dijauhin sama temen kalian? Bagi yang udah pernah, pasti udah bisa tahu gimana sakitnya. Dan bagi yang belum pernah, kalian wajib bersyukur sama Allah karena kalian masih diberi kesempatan buat ngrasain indahnya persahabatan.
Yah, inilah sepenggal cerita kehidupanku. Mungkin kalian bisa mengambil hikmah atau suatu pelajaran dari sini.
Putri, salah seorang temenku yang nglakuin itu. Aku kenal putri sejak masuk SMA ini, dan aku sudah bisa ngerti gimana sifat-sifatnya dia walau nggak semua. Tapi yang paling aku hafal dari dia, saat dia marah. Yah, boleh dibilang aku ini anaknya mungkin suka keterlaluan kalo becanda. Setiap dia marah, dia nggak mau ngajak ngomong aku sama sekali. Tapi kejadian yang udah-udah, itu cuma sebentar dan masalahnya selesai begitu aja.
Yang sekarang jadi masalah itu, putri marah lagi. Keadaannya beda sekarang, kejadian yang udah-udah aku pasti tahu kenapa dia marah. Tapi sekarang, aku nggak tahu apa kesalahanku sampe dia marah. Kejadian ini udah lama, mungkin dari awal April sampe tulisan ini selesai ku buat. Dan yang lebih parahnya lagi, aku pun nggak punya keberanian buat ngomong langsung. Beberapa minggu setelah aku tahu aku nggak kuat buat nahan beban pikiranku. Akhirnya aku coba tanya ke dia lewat dinding facebook nya. Aku tanya alasan dia marah dan minta maaf disana. Nggak begitu lama setelah aku nge-post, dia bales postinganku. Tau apa katanya? Kaya gini, “aku juga minta maaf udah buat kamu bingung. Aku cuma nggak man kamu itu ngebeda-bedain temen. Aku sadar aku nggak sepinter kalian.” Abis baca, aku shock banget. Aku nggak nyangka kalo putri bakalan bilang kaya gitu. Trus, aku coba jelasin lagi. Dan sampe sekarang pun dia nggak bales postinganku.
Selama ini, aku nyoba yang terbaik buat temenan sama semuanya. Aku nggak pernah yang namanya beda-bedain temen. Tapi, kenyataannya apa? Aku bingung harus kaya gimana lagi. Kalo disuruh minta maaf, jujur aku juga pengen banget minta maaf. Tapi nggak ada keberanian sama sekali buat ngomong sama putri. Aku takut kalo dia nggak mau nganggep omonganku. Tapi kalo nggak minta maaf, semuanya nggak akan selesai. Aku tahu, kita nggak boleh takut selain pada Tuhan. Tapi tetep aja, perasaan itu masih ada. Aku bingung harus nglakuin apa. Aku juga nggak kuat kalo harus kaya gini terus. Setiap aku inget putri, rasanya tu pengen nangis terus. Yah, mungkin aku ini pengecut karena mundur sebelum mencoba. Mungkin “Kalah sebelum Perang” adalah perumpamaan yang tepat buatku. Tapi aku udah bener-bener nggak kuat, nggak mampu. Dan kalo aku lihat sekarang, dia juga enjoy jalanin kehidupannya seperti tak ada yang terjadi. Karena itulah aku akan menjauh dari kehidupannya, aku taku akan merusak kebahagiaannya. Keputusanku sekarang, untuk jalanin hidup seperti biasanya, aku pasrahin semua sama Allah. Aku cuma bisa berharap semoga Allah membuka pintu hati putri supaya bisa memaafkanku.
Yang ingin aku pesankan bagi semua yang membaca postingan ini. Jagalah sahabat kalian dengan sepenuh hati. Jangan biarkan hatinya terluka, karena luka itu akan terus membekas padanya. Berhati-hati dalam ucapan dan pikiran sangat penting saat kalian melakukan sesuatu. Jangan sampai kalian mengalami hal yang aku alami, karena semua ini sangat menyakitkan.
Sabtu, 23 April 2011
Karakter Juz 5 dalam Al-Qur'an
Juz 5 (Feminin dan Suka Mengungkit)
Sebelum kita mengurai karakter berdasarkan struktur yang ada ada Juz 5, sebaiknya kita merujuk terlebih dahulu kepada urutan surah Al-Qur’an yang kelima yaitu Al-Maidah yang berarti hidangan, hal ini berarti orang yang membawa karakter juz 5 mempunyai kepekaan sosial yang tinggi.
Dia bisa menjadi seseorang yang dapat mengerti dan menyelami kebutuhan orang lain. Kelebihan inilah yang kadang kala dapat membuat orang lain tergantung akan keberadaannya. Sikapnya yang lemah-lembut dan penuh pengertian, tidak jarang membuat orang lain salah menilai.
Juz 5 terdiri dari satu surah saja yaitu surah An-Nisaa’. An-Nisaa’ yang terdpat dalam juz 5 adalah 124 ayat (dari ayat 24 sampai ayat ke 147), hal ini merupakan indikasi bahwa orang yang berjuz 5 mempunyai keistimewaan atau kelebihan dari juz-juz yang lainnya dari sisi penempatan struktur ayat perjuznya yang begitu sangat akurat sehingga mustahil tidak ada pesan keilmuan.
Yang menarik lagi adalah kemiripan Juz 5 dengan Juz 2 dimana ayat-ayat yang berada di dalamnya sama-sama pecahan salah satu 7 surah dalam Al-Qur’an yang panjang (As-Sab’ut Thiwal) yaitu surah Al-Baqarah untuk Juz 2 dan surah An-Nisa untuk Juz 5.makna yang bisa digali dari struktur ayat berdasar surah untuk menguraikan karakter dari orang yang berjuz 5 adalah karena Juz 5 terdiri dari satu surah sekalipun tidak penuh yaitu surah An-Nisa. Artinya, ia adalah sosok perempuan sejati kalau berjenis kelamin permempuan, kalau ia laki-laki maka a bersikap seperti perempuan tetapi bukan berarti seperti banci. Tapi lebih kepada cara berpikir dan dalam menyikapi sebuah persoalan, berpenampilan halus dan lemah lembut serta berperasaan sensitif.
Penekanan makna pribadi perempuan disini lebih kepada fungsi perempuan sebagai pendamping laki-laki, karena ia tidak punya alternatif yang lain karena terdiri dari satu surah. Hal ini berdasarkan kepada hanya satu surah saja (murni) yang mengisi Juz 5 yaitu An-Nisaa’.
Lain halnya dengan Juz sebelumnya yaitu Juz 4 yang merupakan kombinasi antara surah Ali Imran (keluarga Imran, yang merupakan simbol dari kemandiria dan ketegaran) dengan An-Nisaa’ (wanita) atau Juz setelahnya yaitu An-Nisaa’ dan Al Maidah (hidangan, yaitu simbol pelayanan yang sempurna).
Berdasarkan Kata Awal Juz
Perlu diketahui bahwa kajian Format dan Struktur Al-Wur’an mengacu pada mushaf Al-Qur’an format 18 baris setiap lembarnya dan 16 halaman setiap juznya. Salah satu alasannya adalah karena salah satu yang membedakan mushaf format 18 baris dengan format yang lainnya adalah perbedaan kata yang mengawali Juz-juznya yang implikasinya jumlah ayat yang terdapat didalamnya juga berbeda-beda.
Kalau kita buka halaman pertama dari juz 5, maka yang akan tampak pertama kali adalah tulisan yang tercetak tebal yaitu Walmuhsanatu, kalau kita uraikan satu per satu dari kata tersebut adalah sebagai berikut:
Wawu, yang merupakan huruf ke-26, sedangkan ‘ain ke-26 berarti modal, potensi, dan waktu. Hal ini merupakan cerminan bahwa orang yang berjuz 5 sangat disiplin dalam soal waktu (dengan penempatan huruf wawu di depan). Terhadap modal atau materi , ia dapat mengaturnya dengan baik, sehingga kadang-kadang terlalu perhitungan sehingga terkesan pelit.
Huruf ini terpisah dengan rangkaian huruf yang lain, artinya ia bisa menjadi orang yang sangat percaya diri jika memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Sebaliknya, jika ia tidak merasa memiliki kemampuan atau modal yang ada pada dirinya, ia akan menjadi seorang yang pesimis. Mudah tergantung dengan orang lain. Ia akan menjadi seorang yang rentan sekali psikisnya.
Alif Lam, yaitu huruf ke-31, yang bermakna Faktor X. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berjuz 5 adalah kelihaian mengolah potensi atau modal yang ada dalam dirinya, maka faktor X atau hal-hal yang tidak terduga bisa diantisipasi dengan mudah.
Mim, huruf ke-24 yang berarti mata rantai, kaitan. Ini berarti tipologi orang yang berjuz 5 akan selalu menghubung-hubungkan maslalah yang ia hadapi bisa runtut sehingga bisa ditemukan jalan keluar yang tepat. Jeleknya, kadang ia akan mengaitkan masalah yang sudah lampau diangkat lagi ke permukaan. Dengan kata lain, ia akan mengungkit-ungkit masalah yang sudah dikubur seseorang.
Ha, yaitu huruf yang ke-6 yang bermakna sendi, syaraf dan hukum. Sifat sifat yang sering tampak pada orang yang berjuz 5 adalah ia cenderung normatif dan kadang-kadang suka mengatur orang lain.
Shad, berarti rencana atau langkah awal. Hal ini sejalan dengan huruf-huruf sebelumnya dimana orang yang berjuz 5 dalam memulai sesuatu kadang-kadang yang pertama kali dipikirkannya adalah modal, sehingga tanpa modal ia cenderung untuk malas memulainya. Selain itu ia juga tipe orang yang banyak rencana atau gagasan, tapi pada tingkat aplikasi ia lemah. Dari kelihaian mengatur segala hal dimana salah satu fungsi manajemen adalah Planning (membuat perencanaan).
Nun, berarti lingkungan. Artinya orang yang berjuz 5 memiliki kepedulian sosial dan agak sensitif dan jeli dalam mengamati orang lain yang berada disekelilingnya sekalipun untuk hal-hal yang sifatnya sepele.
Ta, yaitu huruf yang ke-3 yang memiliki arti THT. Hal ini bermakna bahwa orang yang berjuz 5 memiliki kapasitas untuk berbicara dan mempengaruhi orang lain melalui gagasan yang diutarakannya. Rangkaian huruf-huruf tersebut memiliki satu kesatuan. Artinya, orang juz 5 memiliki keberanian untuk mengungkapkan sesuatu yang ada pada dirinya dan lingkungannya. Menjelaskan segala rencana dan korelasinya. Ia pun siap dengan faktor tak terduga yang mungkin timbul. Kelemahannya, kadang kala ucapannya “berbuntut”. Hal ini seringkali menimbulkan pertanyaan bagi lawan bicaranya.
Orang yuang berjuz 5 memiliki kelebihan untuk bisa mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dipikirannya. Dengan kata lain dia tipe orang yang presentatif, karena seringkali ada juga orang yang agak sulit bahkan susah untuk mengemukakan idenya secara verbal. Ide yang dia kemukakan sudah memiliki kerangka yang akan dia bangun. Meski orang berjuz 5 seka mengungkit-ungkit masa lalu, namun penuh pertimbangan dalam berbicara. Pertimbangan ini dipengaruhi oleh lingkungan yang dia tempati atau seseorang tersebut dekat atau tidak dengannya.
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang yang berjuz 5 seringkali mengalami hambatan pada tingkat realisasi gagasan atau idenya. Dia juga tipe orang yang agak “njlimet” ketika mengamati sesuatu sebelum dia mengerjakannya. Sepintas orang akan berpikir kalau dia “telmi” alias telat mikir. Disinilah kelemahan yang lain orang juz 5. karena mempertimbangkan sebab dan akibat yang akan terjadi, maka ia terkesan lamban merespon pengamatannya.
Dia adalah tipe orang susah untuk berkata bohong, apa yang ia ungkapkan memang benar tulus. Dia juga tipe orang yang tidak suka basa-basi sehingga orang melihatnya terlalu kaku, formal, dan normatif. Jika dia tidak suka atau suka dengan seseorang atau suatu keadaan, tanpa ragu dia akan mengungkapkan hal tersebut. Orang yang tidak mengenalnya pasti menilai bahwa orang berjuz 5 arogan.
Bisa dibilang, inilah salah satu juz yang paling rumt dan pelik dalam menyusun kerangka. Ia benar-benar mempertimbangkan pemasukan dan pengeluaran yang dihasilkan dari sebuah kerangka. Bisa pembaca bayangkan betapa “njlimet” cara ia menyusun kerangka. Saking rumitnya, sehingga berkesan tidak praktis.
Sudah dijelaskan pada sebelumnya bahwa orang yang berkarakter Juz 5 dalam mengerjakan sesuatu biasanya agak lambat dan telaten. Hal ini dikarenakan melibatkan unsur hati, alon-alon asala kelakon (biar lambat asal selesai dengan baik). Semua itu dilakukan karena target yang hendak dicapai. Hal lain, ia termasuk orang yang “moody”. Artinya dia akan mengerjakan sesuatu yang disenangi jika suasana hatinya sedang bagus. Jangan harap seorang juz 5 akan menghasilkan karya yang bagus jika hatinya sedang gundah.
Berdasar Halaman Al-Qur’an
Taktis
Jumlah ayat yang terdapat dari halaman 1 samapi 6 adalah 48 ayat. Surah ke-48 adalah Al-Fath (kemenangan). Hal ini berarti orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung untuk ingin menang sendiri atau paling tidak dengan karakter yang ia punya misalnya lemah lembut, perayu dan lain-lain digunakan untuk mencapai tujuannya (memperoleh kemenangan), maka berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang yang membawa karakter Juz 5.
Negatif dan Positif
Total ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 adalah 50. Surah Al-Qur’an yang ke-50 adalah Qaaf (berpikir). Berdasarkan urutan hijaiyyah, Qaaf adalah huruf ke-21. sedangkan ‘ain ke-21 diartikan sebagai simbol berpikir. Artinya dia mempunyai kegemaran berpikir. Parahnya masalah-masalah yang tidak perlu dipikirkan secara mendalam pun tidak luput dari “kegemarannya” berpikir, sehingga dalam mengambil keputusan sering terlambat. Tidak jarang, sering tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak dipikirkan.
Jalan Keluar
Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 berjumlah total 18 ayat. Mari kita rujuk kembali ke dalam urutan surah dalam Al-Qur’an, maka surah yang ke-18 adalah surah Al-Kahfi (gua). Seperti dijelaskan pada sisi Negatif dan Positif dimana orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung terlambat dalam membuat policy (kebijakan) dan mengambil keputusan sehingga bisa dikatakan dalam mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang dihadapi terlalu berbelit-belit layaknya sebuah gua yang mempunyai banyak lorong-lorong. Sisi lain, jika seorang berjuz 5 mengalami maslah ia akan mengurung diri atau menjauh dari keramaian. Kemudian merenungi apa yang telah terjadi dan apa yang akan ia lakukan kemudian. Karakter ini mirip dengan orang berjuz 18, 15 dan 16.
Dasar
Jumlah ayat yang terdapat di halaman 16adalah 8, urutan surah Al-Qur’an yang ke-8 adalah Al-Anfal (harta rampasan perang), yang berarti orang yang membawa karakter Juz 5 tergolong gigih dan pantang menyerah dalam meraih sesuatu artinya dia tidak akan berhenti berusaha sampai yang diharapkan tercapai. Kalau tidak hati-hati membawa diri, di abisa menjadi seorang yang “matre” atau akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tapi, hal ini adalah kecenderungan. Bukan berarti dia akan berbuat demikian untuk mencapai tujuannya.
Langganan:
Postingan (Atom)