Sabtu, 23 April 2011

Karakter Juz 5 dalam Al-Qur'an


Juz 5 (Feminin dan Suka Mengungkit)

Sebelum kita mengurai karakter berdasarkan struktur yang ada ada Juz 5, sebaiknya kita merujuk terlebih dahulu kepada urutan surah Al-Qur’an yang kelima yaitu Al-Maidah yang berarti hidangan, hal ini berarti orang yang membawa karakter juz 5 mempunyai kepekaan sosial yang tinggi.
Dia bisa menjadi seseorang yang dapat mengerti dan menyelami kebutuhan orang lain. Kelebihan inilah yang kadang kala dapat membuat orang lain tergantung akan keberadaannya. Sikapnya yang lemah-lembut dan penuh pengertian, tidak jarang membuat orang lain salah menilai.
Juz 5 terdiri dari satu surah saja yaitu surah An-Nisaa’. An-Nisaa’ yang terdpat dalam juz 5 adalah 124 ayat (dari ayat 24 sampai ayat ke 147), hal ini merupakan indikasi bahwa orang yang berjuz 5 mempunyai keistimewaan atau kelebihan dari juz-juz yang lainnya dari sisi penempatan struktur ayat perjuznya yang begitu sangat akurat sehingga mustahil tidak ada pesan keilmuan.
Yang menarik lagi adalah kemiripan Juz 5 dengan Juz 2 dimana ayat-ayat yang berada di dalamnya sama-sama pecahan salah satu 7 surah dalam Al-Qur’an yang panjang (As-Sab’ut Thiwal) yaitu surah Al-Baqarah untuk Juz 2 dan surah An-Nisa untuk Juz 5.makna yang bisa digali dari struktur ayat berdasar surah untuk menguraikan karakter dari orang yang berjuz 5 adalah karena Juz 5 terdiri dari satu surah sekalipun tidak penuh yaitu surah An-Nisa. Artinya, ia adalah sosok perempuan sejati kalau berjenis kelamin permempuan, kalau ia laki-laki maka a bersikap seperti perempuan tetapi bukan berarti seperti banci. Tapi lebih kepada cara berpikir dan  dalam menyikapi sebuah persoalan, berpenampilan halus dan lemah lembut serta berperasaan sensitif.
Penekanan makna pribadi perempuan disini lebih kepada fungsi perempuan sebagai pendamping laki-laki, karena ia tidak punya alternatif yang lain karena terdiri dari satu surah. Hal ini berdasarkan kepada hanya satu surah saja (murni) yang mengisi Juz 5 yaitu An-Nisaa’.
Lain halnya dengan Juz sebelumnya yaitu Juz 4 yang merupakan kombinasi antara surah Ali Imran (keluarga Imran, yang merupakan simbol dari kemandiria dan ketegaran) dengan An-Nisaa’ (wanita) atau Juz setelahnya yaitu An-Nisaa’ dan Al Maidah (hidangan, yaitu simbol pelayanan yang sempurna).

Berdasarkan Kata Awal Juz
Perlu diketahui bahwa kajian Format dan Struktur Al-Wur’an mengacu pada mushaf Al-Qur’an format 18 baris setiap lembarnya dan 16 halaman setiap juznya. Salah satu alasannya adalah karena salah satu yang membedakan mushaf format 18 baris dengan format yang lainnya adalah perbedaan kata yang mengawali Juz-juznya yang implikasinya jumlah ayat yang terdapat didalamnya juga berbeda-beda.
Kalau kita buka halaman pertama dari juz 5, maka yang akan tampak pertama kali adalah tulisan yang tercetak tebal yaitu Walmuhsanatu, kalau kita uraikan satu per satu dari kata tersebut adalah sebagai berikut:
Wawu, yang merupakan huruf ke-26, sedangkan ‘ain ke-26 berarti modal, potensi, dan waktu. Hal ini merupakan cerminan bahwa orang yang berjuz 5 sangat disiplin dalam soal waktu (dengan penempatan huruf wawu di depan). Terhadap modal atau materi , ia dapat mengaturnya dengan baik, sehingga kadang-kadang terlalu perhitungan sehingga terkesan pelit.
Huruf ini terpisah dengan rangkaian huruf yang lain, artinya ia bisa menjadi orang yang sangat percaya diri jika memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Sebaliknya, jika ia tidak merasa memiliki kemampuan atau modal yang ada pada dirinya, ia akan menjadi seorang yang pesimis. Mudah tergantung dengan orang lain. Ia akan menjadi seorang yang rentan sekali psikisnya.
Alif Lam, yaitu huruf ke-31, yang bermakna Faktor X. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berjuz 5 adalah kelihaian mengolah potensi atau modal yang ada dalam dirinya, maka faktor X atau hal-hal yang tidak terduga bisa diantisipasi dengan mudah.
Mim, huruf ke-24 yang berarti mata rantai, kaitan. Ini berarti tipologi orang yang berjuz 5 akan selalu menghubung-hubungkan maslalah yang ia hadapi bisa runtut sehingga bisa ditemukan jalan keluar yang tepat. Jeleknya, kadang ia akan mengaitkan masalah yang sudah lampau diangkat lagi ke permukaan. Dengan kata lain, ia akan mengungkit-ungkit masalah yang sudah dikubur seseorang.
Ha, yaitu huruf yang ke-6 yang bermakna sendi, syaraf dan hukum. Sifat sifat yang sering tampak pada orang yang berjuz 5 adalah ia cenderung normatif dan kadang-kadang suka mengatur orang lain.
Shad, berarti rencana atau langkah awal. Hal ini sejalan dengan huruf-huruf sebelumnya dimana orang yang berjuz 5 dalam memulai sesuatu kadang-kadang yang pertama kali dipikirkannya adalah modal, sehingga tanpa modal ia cenderung untuk malas memulainya. Selain itu ia juga tipe orang yang banyak rencana atau gagasan, tapi pada tingkat aplikasi ia lemah. Dari kelihaian mengatur segala hal dimana salah satu fungsi manajemen adalah Planning (membuat perencanaan).
Nun, berarti lingkungan. Artinya orang yang berjuz 5 memiliki kepedulian sosial dan agak sensitif dan jeli dalam mengamati orang lain yang berada disekelilingnya sekalipun untuk hal-hal yang sifatnya sepele.
Ta, yaitu huruf yang ke-3 yang memiliki arti THT. Hal ini bermakna bahwa orang yang berjuz 5 memiliki kapasitas untuk berbicara dan mempengaruhi orang lain melalui gagasan yang diutarakannya. Rangkaian huruf-huruf tersebut memiliki satu kesatuan. Artinya, orang juz 5 memiliki keberanian untuk mengungkapkan sesuatu yang ada pada dirinya dan lingkungannya. Menjelaskan segala rencana dan korelasinya. Ia pun siap dengan faktor tak terduga yang mungkin timbul. Kelemahannya, kadang kala ucapannya “berbuntut”. Hal ini seringkali menimbulkan pertanyaan bagi lawan bicaranya.
Orang yuang berjuz 5 memiliki kelebihan untuk bisa mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dipikirannya. Dengan kata lain dia tipe  orang yang presentatif, karena seringkali ada juga orang yang agak sulit bahkan susah untuk mengemukakan idenya secara verbal. Ide yang dia kemukakan sudah memiliki kerangka yang akan dia bangun. Meski orang berjuz 5 seka mengungkit-ungkit masa lalu, namun penuh pertimbangan dalam berbicara. Pertimbangan ini dipengaruhi oleh lingkungan yang dia tempati atau seseorang tersebut dekat atau tidak dengannya.
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang yang berjuz 5 seringkali mengalami hambatan pada tingkat realisasi gagasan atau idenya. Dia juga tipe orang yang agak “njlimet” ketika mengamati sesuatu sebelum dia mengerjakannya. Sepintas orang akan berpikir kalau dia “telmi” alias telat mikir. Disinilah kelemahan yang lain orang juz 5. karena mempertimbangkan sebab dan akibat yang akan terjadi, maka ia terkesan lamban merespon pengamatannya.
Dia adalah tipe orang susah untuk berkata bohong, apa yang ia ungkapkan memang benar tulus. Dia juga tipe orang yang tidak suka basa-basi sehingga orang melihatnya terlalu kaku, formal, dan normatif. Jika dia tidak suka atau suka dengan seseorang atau suatu keadaan, tanpa ragu dia akan mengungkapkan hal tersebut. Orang yang tidak mengenalnya pasti menilai bahwa orang berjuz 5 arogan.
Bisa dibilang, inilah salah satu juz yang paling rumt dan pelik dalam menyusun kerangka. Ia benar-benar mempertimbangkan pemasukan dan pengeluaran yang dihasilkan dari sebuah kerangka. Bisa pembaca bayangkan betapa “njlimet” cara ia menyusun kerangka. Saking rumitnya, sehingga berkesan tidak praktis.
Sudah dijelaskan pada sebelumnya bahwa orang yang berkarakter Juz 5 dalam mengerjakan sesuatu biasanya agak lambat dan telaten. Hal ini dikarenakan melibatkan unsur hati, alon-alon asala kelakon (biar lambat asal selesai dengan baik). Semua itu dilakukan karena target yang hendak dicapai. Hal lain, ia termasuk orang yang “moody”. Artinya dia akan mengerjakan sesuatu yang disenangi jika suasana hatinya sedang bagus. Jangan harap seorang juz 5 akan menghasilkan karya yang bagus jika hatinya sedang gundah.

Berdasar Halaman Al-Qur’an

Taktis
Jumlah ayat yang terdapat dari halaman 1 samapi 6 adalah 48 ayat. Surah ke-48 adalah Al-Fath (kemenangan). Hal ini berarti orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung untuk ingin menang sendiri atau paling tidak dengan karakter yang ia punya misalnya lemah lembut, perayu dan lain-lain digunakan untuk mencapai tujuannya (memperoleh kemenangan), maka berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang yang membawa karakter Juz 5.

Negatif dan Positif
Total ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 adalah 50. Surah Al-Qur’an yang ke-50 adalah Qaaf (berpikir). Berdasarkan urutan hijaiyyah, Qaaf adalah huruf ke-21. sedangkan ‘ain ke-21 diartikan sebagai simbol berpikir. Artinya dia mempunyai kegemaran berpikir. Parahnya masalah-masalah yang tidak perlu dipikirkan secara mendalam pun tidak luput dari “kegemarannya” berpikir, sehingga dalam mengambil keputusan sering terlambat. Tidak jarang, sering tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak dipikirkan.

Jalan Keluar
Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 berjumlah total 18 ayat. Mari kita rujuk kembali ke dalam urutan surah dalam Al-Qur’an, maka surah yang ke-18 adalah surah Al-Kahfi (gua). Seperti dijelaskan pada sisi Negatif dan Positif dimana orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung terlambat dalam membuat policy (kebijakan) dan mengambil keputusan sehingga bisa dikatakan dalam mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang dihadapi terlalu berbelit-belit  layaknya sebuah gua yang mempunyai banyak lorong-lorong. Sisi lain, jika seorang berjuz 5 mengalami maslah ia akan mengurung diri atau menjauh dari keramaian. Kemudian merenungi apa yang telah terjadi dan apa yang akan ia lakukan kemudian. Karakter ini mirip dengan orang berjuz 18, 15 dan 16.

Dasar
Jumlah ayat yang terdapat di halaman 16adalah 8, urutan surah Al-Qur’an yang ke-8 adalah Al-Anfal (harta rampasan perang), yang berarti orang yang membawa karakter Juz 5 tergolong gigih dan pantang menyerah dalam meraih sesuatu artinya dia tidak akan berhenti berusaha sampai yang diharapkan tercapai. Kalau tidak hati-hati membawa diri, di abisa menjadi seorang yang “matre” atau akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tapi, hal ini adalah kecenderungan. Bukan berarti dia akan berbuat demikian untuk mencapai tujuannya.

2 komentar:

  1. Assalaamu'alaikum. Kok sampai Juz 5 aja? Bisa post Juz 15 nggak? Karena saya Juz 15. And boleh tau, dimana sampeyan mengaji tentang Psikologi Al-Quran ini? Wassalaam.

    Muhammad Atho'illah (085248841998) :-)

    BalasHapus
  2. terimakasih !!! ini sangat bermanfaat... semoga Allah memberikan kebarokahan untuk Anda

    BalasHapus