Juz 2 (Jaga Penampilan dan Tempramental)
Karakter juz 2, hampir mirip dengan karakter dari juz 1. Hal ini disebabkan karena pada juz 2 juga terdapat surah Al-Baqarah. Namun yang membedakan adalah jumlah ayatnya. Bahkan juz dua ini, hanya berisi satu surah saja yaitu Al-Baqarah ayat 141 sampai dengan 252. Total ayatnya adalah 111 ayat.
Diantara 30 juz, jumlah ayat yang paling sedikit adalah juz dua dan juz enam. Hanya terdapat 111 ayat. Surah ke-111 Al-Qur’an adalah Al-Lahab (gejolak api). Perumpamaan lain dari gejolak api adalah Emosi. Seringkali, seseorang yang berjuz 2 menanggapi segala sesuatu dengan emosi, meskipun emosi tersebut sifatnya hanya sesaat. Bahkan saat dia emosi, siapapun orang yang terdekat dengan dia bisa kena “semprot”. Dengan kata lain, ia susah untuk mengendalikan emosinya dan tidak menempatkan emosi pada tempatnya.
Selain itu, Al-Lahab juga menggambarkan tentang antusiasme. Namun bukan sembarang antusiasme. Antusias ini lebih kepada sesuatu yang bisa ditangkap oleh indra penglihatan. Hal ini pengaruh dari ‘ain 2 memiliki arti mata. Artinya dia mudah sekali terpedaya oleh penampilan. Bila penampilan seseorang itu “indah” dia akan mudah antusias dan percaya, meskipun apa yang dilakukan atau diucapkan orang itu belum tentu benar. Sebaliknya, bila penampilan orang itu kurang meyakinkan dalam pendangannya, dia akan bersikap acuh tak acuh. Sederhananya, orang berjuz 2 mudah tertipu oleh penampilan.
Atau dengan kata lain, dia lebih melihat kepada figur ketimbang apa yang dipunyai oleh si figur. Maka tidak jarang dia menyepelekan kemempuan seseorang. Oleh karena itu, seorang juz 2 juga biasanya cenderung menampakkan sifatnya yang “bandel”, tak dapat dinasihati. Setelah dia “mentok” atau terbentur, barulah ia percaya pada omngan orang.
Sapi adalah salah satu binatang yang kuat dan tangguh dalam menghadapi perubahan cuaca. Bagi orang juz 2 dia memiliki kecenderungantahan terhdap cuaca. Ia juga seorang pekerja keras dan pantang menyerah. Namun kadang kala ia bisa kehilangan inisiatif jika emosi yang mengendalikan akalnya. Dengan kata lain, kalau tidak dicambuk ia tidak bergerak atau jalan.
Selain melihat karakter berdasarkan surah, kita juga bisa mengkajinya melalui huruf. Secara urutan huruf hijaiyyah, Ba adalah huruf ke-2. menurut arti ‘ain, maka ‘ain ke-2 artinya Mata. Ini berarti juga bahwa seseorang juz 2 sangat pandai dan terampil dalam membaca atau mengamati tingkah-laku, pikiran seseorang dan juga kondisi serta situasi. Maka tidak heran bila seseorang juz 2 terkesan seius dan penuh selidik terhadpa semua hal.
Orang juz 2 juga memiliki kepandaian “mengatasnamakan” orang lain dalam menjelaskan sesuatu. Dia sangat pandai menggunakan “kata si anu” dan sebaginya ia sendiri seolah hampir tidak pernah memiliki kata atu pikiran (pendapat). Jika kelincahan mengtas-namakan orang lain dalam pembicaraan itu kemudian dipakai untuk tuujan tertentu, maka seorang juz 2 sangat pandai dalam “menghasut” orang.
Kondisikan sejak kecil untuk membaca. Dengan maksud, agar kekuatan matanya mendapat akomodasi secara dini. Ia punya bakat untuk menjadi seorang pengamat, bahkan memperbaiki mesin atau alat yang kecil-kecil ia mampu. Karena ‘ain ke-2 artinya mata, maka kelebihan lain yang bisa muncul darinya, i dapat tidur berhar-hari. Atau dengan mudah tidur di manapun, dan dalam kondisi apapun. Artinya ia dapat menyinkronkan bagian matanya sedemikin rupa sehingga tidak ada problem “susah tidur”.
Meskipun memiliki fisik yang kuat, tetapi juz 2 mempunyai perasaan “cengeng” atau mudah tersinggung dan pada umumnya tidak bisa “cuek”. Karena pada dasarnya ia seorang yang lemah secara mentalitasnya, maka ia tidak memiliki kepercayaan diri. Ia cenderung menggunakan orang lain sebaggai “tameng”. Ia berlindung diri di balik “kata orang”. Tetapi suatu saat, ia juga memiliki “egoisme” yang membuatnya menjadi susah berkomunikasi. Juz ini berisi ayat-ayat yang relatif panjang-panjang dan di tengah-tengah juz tidak terdapat baris yang beriasi nama surah atau basmalah.
Ini juga dapat menunjukkan bahwa seorang juz 2 memiliki sifat yang tertutup, karena kepercayaan dirinya yang lemah. Maka seorang juz 2 juga cenderung lambat, dan sangat ragu-ragu dalam menangani masalah. Dia selalu “takut salah” dalam menangani atau mengerjakan sesuatu.
Namun demikian, ia juga seorang yang tahan banting, dan “kebal” dari lecehan orang. Apabila ia melakukan kesalahan, ia cukup siap untuk dimarahi. Meski demikian, ia tidak mudah frustasi. Apabila ia menjadi seorang pekerja tulen, maka ia akan menjadi yang benar-benar kuat secara fisik. Jika ia menjadi seorang pemikir, maka pikirannya sangat insklusif dan mudah terpengaruh.
Kalau kita cermati, setiap awal surah setiap juz, selalu ditandai oleh kata yang dicetak dengan huruf tebal. Disamping sebagai tanda awal juz, tentunya ada makna dibalik kata tersebut.
Kata yang mengawali juz 2 adalah ﺲﻱﻖﻭﻝ . Dari huruf-huruf tersebut kita dapat melihat karakter dari juz tersebut. Huruf ﺲ (sin) adalah urutan huruf ke-12. Sedangkan ‘ain ke-12 memiliki makna ambisi/motivasi/alat vital. Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa dalam menyikapi masalah tertentu, dia selalu mengandalkan emosionalnya. Hal ini sesuai dengan arti dari huruf itu sendiri. Namun dia sangat berambisi dan memiliki motivasi tinggi dalam menyelesaikan apapun yang dikerjakan.
Maslah daya tarik dengan lawan jenis, dia mudah tertarik dengan sosok yang menurut dia “indah” dipandang. Tidak pandang bulu, miskin, kaya, pintar, bodoh atau apapun. Hal itu bisa menjadi prioritas ke sekian buatnya.
Huruf ﻱ (Ya). Berdasarkan ‘ain memiliki makna inti manusia/kandungan. Baginya, segala sesuatu yang harus dilakukan harus ada hasil yang berarti buatnya. Jadi, kemungknan kecil sekali dia melakukan hal-hal yang kaitannya dengan sosial, kecuali dengan orang-orang yang terdekat dengan dia. Pada kondisi tertentu, dia pandai sekali menyelami hati seseorang.
Huruf ﻖ (Qaaf), maknanya kepala. Di atas juga sudah dijelaskan, bahwa pada dasarnya orang berjuz 2 keras kepala dan susah sekali menerima nasihat orang lain. Berpikir logis adalah syarat mutlak baginya. Kadang kala dia sering menafikan hal-hal yang susah dicerna oleh nalarnya.
Huruf ﻭ (Wawu), maknanya modal, potensi atau putaran waktu. Bagi juz 2 melakukan segala sesuatu membutuhkan modal. Ia memiliki potensi yang terpendam. Namun kadang kala kurang percaya diri.
Huruf ﻝ (Lam), maknanya manusia atau bayi. Orang yang membawa karakter juz 2 memiliki kemanjaan psikologis, sehingga hidupnya selalu memerlukan kehadiran orang lain, yang bersedia membantu atau melindunginya. Seperti sudah diurai di atas, juz 2 bisa menjadi seorang yang cengeng.
Karakter Berdasarkan Halaman
Taktis
Jumlah ayat dari halaman 1 sampai halaman 6 adalah 46 ayat. Setelah itu, angka 46 disubstitusikan menjadi surah Al-Qur’an. Surah ke-46 adalah Al-Ahqaaf artinya Bukit Pasir. Karakter juz 2 berdasarkan surah tersebut adalah ia pandai membawa diri. Mudah membawa suasana hati. Artinya, jika ia sedang ada maslaah di rumah, mka suasana tersebut akan ia bawa kemanapun ia pergi.
Negatif dan Positif
Dihitung berdasarkan jumlah ayat dari halaman 7 sampai halaman 13 dari juz yaitu 46 ayat. İnilah kelebihan orang juz 2. Sepertinya ia mudah berubah atau tidak punya peendirian, namun itulah strategi adaptasi dia untuk menarik perhatian lawan atau kawannya. Jadi jangan kaget jika suatu saat kitalah yang akan mengikuti kemauan dia. Tak ubahnya seperti “Quick Sand”, pasir hisap.
Jalan Keluar
Dihitung dari jumlah ayat halaman 14 dan halaman 15. jumlah ayaat pada 2 halaman tersebut adalah 13 ayat. Surah ke-13 adalah Al-Ra’ad artinya Guruh atau Petir. Karena ini merupakan jalan keluar, maka dalam menyelesaikan maslah, orang juz 2 akan mengedepankan emosinya terlebih dahulu. Dengan gaya bicara yang cenderung meledak-ledak, dsitulah senjata dia untuk mempengaruhi seseorang. Timbulnya guruh atau petir karena adanya perbedaan muatan pada awan positf dan negatif. Artinya, dia akan mudah tersulut emosinya jika seseorang tidak sependapat dengan dirinya. Seseorang harus mengikuti apa kata dia.
Dasar
Dihitung dari halaman 16. Jumlah ayat di halaman 16 adalah 6 ayat. Surah ke-6 adalah Al-An’am artinya Binatang Ternak. Pada dasarnya seorang juz 2 tidak bisa mandiri, dia akan selalu membutuhkan pendamping. Orang yang selalu membimbing dia setiap saat. Disinilah kelemahan terbesar dia. İa akan mudah mengikuti apapun kemauan dan ucapan seseorang yang dia anggap sebagai pembimbingnya.
Subhanalloh,, analisis yang sistematis.. terimakasih ini jadi motivasi tersendiri buat saya
BalasHapusAlhamdulillah..
BalasHapussebenarnya, saya menulisnya dari sebuah buku. Jadi, bukan saya sendiri yang menganalisisnya. :)