Sabtu, 23 April 2011

Karakter Juz 3 dalam Al-Qur'an


Juz 3 (Pandai Berargumen, Bijak Mengambil Keputusan)
Pada juz 3 terdapat dua surah yakni Al-Baqarah dari ayat 253 sampai dengan ayat 286 (34 ayat) dan Ali Imran dari ayat 1 sampai dengan ayat 91. total ayat dari juz 3 adalah 125 ayat. Sedangkan total tanda ‘ain atau tanda ruku’ adalah 17.
‘ain 3 memiliki makna THT. Bisa dikatakan ia adalah orang yang paling cerewet dan mudah sekali angkat berbicara. İa juga paling suka mengomentari sesuatu. Memerintah kepada siapa saja bukan suatu hal yang tabu baginya, meski dengan orang yang baru dia kenal sekalipun. Dengan kata lain, jika ‘ain 3 lebih dominan, ia akan menjadi orang yang sangat pemalas. Akan tetapi menjadi kepuasan baginya jika ia bisa “ngoceh” sebanyak yang ia mau. Akibatnya, ia tidak bisa menjadi pendengar yang baik.
Tak jauh berbeda dengan juz 1 dan 2 yang mempunyai surah yang sama, kecenderungannya juga akan memiliki karakter yang sama. Namun yang membedakan adalah jumlah ayat pada surah tersebutt. Orang juz 3, bisa menjadi seorang pekerja keras. Akan tetapi bukan mengandalkan pemikiran (juz 1) atau pengamatannya (juz 2), namun lebih kepada “mulutnya”. İa akan menjadi seorang yang kritis dalam menilai sesuatu. Lincah sekali mencari celah atau kelemahan orang lain, melalui apa yang mereka bicarakan. Hal ini disebabkan karena jumlah ayat pada surah Al-Baqarah pada juz 3 adalah 34 ayat.
Surah ke-34 adalah Sabaa artinya Kaum Pencari. Oleh karena itu ia pandai sekali mencari celah atau kelemahan dari gaya bicara atau tutur kata seseorang. İa cukup jeli sekali menilai apakah seseorang itu berbicara jujur atau tidak.
Sedangkan surah Al Imran berjumlah 91 ayat. Surah ke-91 adalah Asy-Syams artinya Matahari. Jika Ali Imran yang paling mendominasi dalam diri seorang juz 3, ia bisa sangat dibutuhkan banyak orang. Bila ia sudah berkeluarga, ia akan  menjadi orang yang sangat bertanggung jawab dan melindungi serta mengayomi keluarga.
Seperti kita tahu bahwa matahari, tidak akan tampak sinarnya bila terhalang mendung atau pada malam hari. İa orang yang gemar “berkelana” sesuka hatinya. Jika ia di belenggu aktivitas dan pemikirannya, disinilah mendung atau datangnya malam hari berperan. İa akan kehilangan sinarnya. İa akan menjadi orang yang sangat lemah tanpa daya.

Karakter Berdasarkan Kata Awal Juz 3
Kata awal juz 3 adalah ﺕﻝﻚﺍﻝﺮﺲﻞ. Akan kita jabarkan satu per satu dari huruf-huruf tersebut.
Huruf (Ta), merupakan huruf ke-3. ‘Ain 3 memiliki arti THT. Seperti sudah dijabarkan di atas, bahwa orang juz 3 lebih bisa mengedepankan bicara terlebih dahulu ketimbang bekerja. İa bisa menjadi orang yang tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan pendapatnya.
Huruf (Lam), merupakan huruf ke-23. ‘Ain 23 memiliki asti Manusia (bayi). Umumnya bayi akan menyampaikan keinginan apa adanya. Agak cengeng dan tidak bisa jauh dari orang tua atau paling tidak dia tidakbisa jauh dengan orang orang yang dianggapnya bisa melindungi dirinya.
Huruf (Kaaf), merupakan huruf ke-22. ‘Ain 22 bermakna target. Ketiga huruf (ﺕﻝﻚ) tersebut terangkai dalam sebuah sambungan. Kalau bisa disimpulkan, karakter dari juz 3 berdasarkan rangkaian ke-3 huruf tersebut adalah layaknya seorang anak kecil yang meminta sesuatu, setiap yang diinginkan haruslah dituruti. Kalau tidak diturutin ia akan “ngambek” sampai keinginannya dituruti.
Huruf ﺍﻝ (Alif Lam), yang merupakan huruf ke-31. ‘Ain 31 memiliki makna Faktor X. Terjadi hal-hal tersebut di atas, dia sudah dapat mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya.
Huruf (Ra’), merupakan huruf ke-10. ‘Ain 10 memiliki akna Perut atau Pencernaan. Secara fisik, jika ia salah mengantisipasi faktor x yang tidak terprediksi sebelumnya, bisa-bsa ia akan bolak-balik kamar mandi untuk buang air. Secara psikis, ia akan bertindak seenak “perutnya” sendiri.
Huruf (Siin), merupakan huruf ke-12. ‘Ain 12 memiliki makna Nafsu, Motivasi dan Ambisi. Namun, jika faktor tersebut masuk dalam daftarnya , maka dia akan menjadi orang yang sangat ambisius dan lebih termotivasi guna mencapai tujuannya. Sebaliknya, jika faktor tersebut di luar jangkauannya, disamping bertindak seenak perutnya dia menjadi mudah terpancing emosinya.
Apa yang dpikirkan olehnya, dia ingin cepat-cepat menangani. Namun dalam menangani dia pandai sekali menentukan maslah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Jika ia sudah mengenali lebih mendalam tentang masalah atau lingkungan yang sedang dihadapi, disinilah kadang kala kebimbangan mulai mengganggu pikirannya. Kebimbangannya timbul disebabkan oleh perbedaan aturan yang dimiliki dengan aturan yang berlaku pada lingkungan tersebut.
Bisa dikatakan dia bisa menjadi seorang yang bijak dalammengambil keputusan. Dia akan membuat kerangka yang jelas dalam suatu masalah yang diamati. Dikatakan cukup bijak mengambil kerputusan karena dia mampu melihat faktor penyebab terjadinya sebuah masalah. Dia runut dalam memisahkan mana masalah yang harus diselesaikan segera dan mana yang masih bisa diselesaikan kemudian. Dan dia memiliki kerangka yang cukup untuk itu.
Orang ber juz 3 cukup argumentatif. Dia memang banyak bicara dan berkomentar, namu komentar tersebut seringkali berdasar. Dirinya merasa cukup mengenal medan yang akan atau sedang dihadapi. Namun tidak jarang juga orang harus nurut omongan dia bahkan kadang memaksa seseorang untuk mengikuti aturannya. Terlepas dari itu dia juga konsisten terhadap analisis dan kemudian menerapkannya.
Melihat aspek hukum atau dali-dalil dalam menyikapi sebab dan akibat dari sebuah masalah, sebisa mungkin tidak bersentuhan dengan hukum. Dia akan berpikir dua kali jika masalah tersebut bersinggungan dengan hukum. Jadi jangan harap kita dapat melakukan sesuatu pekerjaan yang nyerempet hukum meski cuma sedikit. Baik itu hukum yang sifatnya perdata atau pun pidana. İtulah yang menyebabkan juz ini sangatlah jarang kita kenal.
Dalam menangani sesuatu, disamping dari pengematannya juga dari pusat minatnya. Dia paling enggan menjalankan sesuatu yang tidak menarik baginya. Yang terjadi, dia akan memerintahkan seseorang untuk mengerjakan apa yang tidak diminatinya. Sesuatu yang menjadi keinginannnya harus tercapai. Bisa-bisa hanya itu saja yang ada dalam pikirannya.

Karakter Berdasarkan Halaman

Taktis
Dari halaman 1 sampai dengan halaman 6 juz 3, total jumlah ayatnya sebanyak 37 ayat. Surah ke-37 Al-Qur’an adalah Ash-Shaffat (yang bershaf-shaf). Gampangnya ketika kita memasuki masjid, orang yang datang lebih dahulu dan tanpa disuruh mereka sudah menempatkan dirinya pada shaf paling depan kemudian diikuti yang lainnya. Itulah cara berpikir orang juz 3. emosinya akan meletup jika ada seseorang yang melihat seseorang ang tidak teratur menata sesuatu.
Namun kadang kala, keteraturan baginya adalah sebuah keinginan attau cita-cita. Ia ingin orang lain teratur sementara dirinya tidak mau diatur atau susah untuk kita mengaturnya.

Negatif dan Positif
Total jumlah ayat dari halaman 7 sampai dengan halaman 13 dari juz 3 63 ayat. Surah ke-63 adalah Al-Munafiquun. Dari arti ayatnya mungkin pembaca sudah dapat menjelaskan maksud dari surah tersebut. Disinilah  letak kontradiksinya, disatu sisi ia bisa bersikap bijaksana sementara di sisi lain ia bisa memperdaya seseorang dengan sikap munafiknya dan pandai memainkan perasaan orang. Surah ini bisa menjadi kelemahan sekaligus kelebihan.

Jalan Keluar
Jumlah ayat dari halaman 14 dan 15 adlaah 17 ayat. Surah ke-17 adalah Al-Israa’ artinya Perjalanan di malam hari. Namanya jalan keluar, tentunya berkaitan dengan masalah yang sedang dia hadapi. Jika masalah yang sedang ditangani benar-benar buntu, ia bukannya mencoba mencari jalan keluar lain, malah ia cenderung untuk pergi dari masalah tersebut.
Ia akan berubah menjadi seseorang yang mudah marah, karena tidak mampu menyelesaikan masalahnya. Sebenarnya, jika ia mengambil filosofi dari Isra’ Mi’raj, disitulah ia akan mendapatkan jalan keluar.

Dasar
Jumlah ayat dari halaman 16 juz 3 adalah 8 ayat. Surah ke-8 adalah An-Anfaal artinya Rampasan Perang. Bagi orang juz 3, tidak ada istlah leha-leha untuk mendapat rezeki. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada kecenderungan sebuah hasil yang dia inginkan adalah dalam bentuk materi. Sikap negatif dari orang juz 3 yang harus dihindari adalah adanya kecenderungan dirinya untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai keinginannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar