Sabtu, 23 April 2011

Karakter Juz 5 dalam Al-Qur'an


Juz 5 (Feminin dan Suka Mengungkit)

Sebelum kita mengurai karakter berdasarkan struktur yang ada ada Juz 5, sebaiknya kita merujuk terlebih dahulu kepada urutan surah Al-Qur’an yang kelima yaitu Al-Maidah yang berarti hidangan, hal ini berarti orang yang membawa karakter juz 5 mempunyai kepekaan sosial yang tinggi.
Dia bisa menjadi seseorang yang dapat mengerti dan menyelami kebutuhan orang lain. Kelebihan inilah yang kadang kala dapat membuat orang lain tergantung akan keberadaannya. Sikapnya yang lemah-lembut dan penuh pengertian, tidak jarang membuat orang lain salah menilai.
Juz 5 terdiri dari satu surah saja yaitu surah An-Nisaa’. An-Nisaa’ yang terdpat dalam juz 5 adalah 124 ayat (dari ayat 24 sampai ayat ke 147), hal ini merupakan indikasi bahwa orang yang berjuz 5 mempunyai keistimewaan atau kelebihan dari juz-juz yang lainnya dari sisi penempatan struktur ayat perjuznya yang begitu sangat akurat sehingga mustahil tidak ada pesan keilmuan.
Yang menarik lagi adalah kemiripan Juz 5 dengan Juz 2 dimana ayat-ayat yang berada di dalamnya sama-sama pecahan salah satu 7 surah dalam Al-Qur’an yang panjang (As-Sab’ut Thiwal) yaitu surah Al-Baqarah untuk Juz 2 dan surah An-Nisa untuk Juz 5.makna yang bisa digali dari struktur ayat berdasar surah untuk menguraikan karakter dari orang yang berjuz 5 adalah karena Juz 5 terdiri dari satu surah sekalipun tidak penuh yaitu surah An-Nisa. Artinya, ia adalah sosok perempuan sejati kalau berjenis kelamin permempuan, kalau ia laki-laki maka a bersikap seperti perempuan tetapi bukan berarti seperti banci. Tapi lebih kepada cara berpikir dan  dalam menyikapi sebuah persoalan, berpenampilan halus dan lemah lembut serta berperasaan sensitif.
Penekanan makna pribadi perempuan disini lebih kepada fungsi perempuan sebagai pendamping laki-laki, karena ia tidak punya alternatif yang lain karena terdiri dari satu surah. Hal ini berdasarkan kepada hanya satu surah saja (murni) yang mengisi Juz 5 yaitu An-Nisaa’.
Lain halnya dengan Juz sebelumnya yaitu Juz 4 yang merupakan kombinasi antara surah Ali Imran (keluarga Imran, yang merupakan simbol dari kemandiria dan ketegaran) dengan An-Nisaa’ (wanita) atau Juz setelahnya yaitu An-Nisaa’ dan Al Maidah (hidangan, yaitu simbol pelayanan yang sempurna).

Berdasarkan Kata Awal Juz
Perlu diketahui bahwa kajian Format dan Struktur Al-Wur’an mengacu pada mushaf Al-Qur’an format 18 baris setiap lembarnya dan 16 halaman setiap juznya. Salah satu alasannya adalah karena salah satu yang membedakan mushaf format 18 baris dengan format yang lainnya adalah perbedaan kata yang mengawali Juz-juznya yang implikasinya jumlah ayat yang terdapat didalamnya juga berbeda-beda.
Kalau kita buka halaman pertama dari juz 5, maka yang akan tampak pertama kali adalah tulisan yang tercetak tebal yaitu Walmuhsanatu, kalau kita uraikan satu per satu dari kata tersebut adalah sebagai berikut:
Wawu, yang merupakan huruf ke-26, sedangkan ‘ain ke-26 berarti modal, potensi, dan waktu. Hal ini merupakan cerminan bahwa orang yang berjuz 5 sangat disiplin dalam soal waktu (dengan penempatan huruf wawu di depan). Terhadap modal atau materi , ia dapat mengaturnya dengan baik, sehingga kadang-kadang terlalu perhitungan sehingga terkesan pelit.
Huruf ini terpisah dengan rangkaian huruf yang lain, artinya ia bisa menjadi orang yang sangat percaya diri jika memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan. Sebaliknya, jika ia tidak merasa memiliki kemampuan atau modal yang ada pada dirinya, ia akan menjadi seorang yang pesimis. Mudah tergantung dengan orang lain. Ia akan menjadi seorang yang rentan sekali psikisnya.
Alif Lam, yaitu huruf ke-31, yang bermakna Faktor X. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berjuz 5 adalah kelihaian mengolah potensi atau modal yang ada dalam dirinya, maka faktor X atau hal-hal yang tidak terduga bisa diantisipasi dengan mudah.
Mim, huruf ke-24 yang berarti mata rantai, kaitan. Ini berarti tipologi orang yang berjuz 5 akan selalu menghubung-hubungkan maslalah yang ia hadapi bisa runtut sehingga bisa ditemukan jalan keluar yang tepat. Jeleknya, kadang ia akan mengaitkan masalah yang sudah lampau diangkat lagi ke permukaan. Dengan kata lain, ia akan mengungkit-ungkit masalah yang sudah dikubur seseorang.
Ha, yaitu huruf yang ke-6 yang bermakna sendi, syaraf dan hukum. Sifat sifat yang sering tampak pada orang yang berjuz 5 adalah ia cenderung normatif dan kadang-kadang suka mengatur orang lain.
Shad, berarti rencana atau langkah awal. Hal ini sejalan dengan huruf-huruf sebelumnya dimana orang yang berjuz 5 dalam memulai sesuatu kadang-kadang yang pertama kali dipikirkannya adalah modal, sehingga tanpa modal ia cenderung untuk malas memulainya. Selain itu ia juga tipe orang yang banyak rencana atau gagasan, tapi pada tingkat aplikasi ia lemah. Dari kelihaian mengatur segala hal dimana salah satu fungsi manajemen adalah Planning (membuat perencanaan).
Nun, berarti lingkungan. Artinya orang yang berjuz 5 memiliki kepedulian sosial dan agak sensitif dan jeli dalam mengamati orang lain yang berada disekelilingnya sekalipun untuk hal-hal yang sifatnya sepele.
Ta, yaitu huruf yang ke-3 yang memiliki arti THT. Hal ini bermakna bahwa orang yang berjuz 5 memiliki kapasitas untuk berbicara dan mempengaruhi orang lain melalui gagasan yang diutarakannya. Rangkaian huruf-huruf tersebut memiliki satu kesatuan. Artinya, orang juz 5 memiliki keberanian untuk mengungkapkan sesuatu yang ada pada dirinya dan lingkungannya. Menjelaskan segala rencana dan korelasinya. Ia pun siap dengan faktor tak terduga yang mungkin timbul. Kelemahannya, kadang kala ucapannya “berbuntut”. Hal ini seringkali menimbulkan pertanyaan bagi lawan bicaranya.
Orang yuang berjuz 5 memiliki kelebihan untuk bisa mengungkapkan gagasan atau ide yang ada dipikirannya. Dengan kata lain dia tipe  orang yang presentatif, karena seringkali ada juga orang yang agak sulit bahkan susah untuk mengemukakan idenya secara verbal. Ide yang dia kemukakan sudah memiliki kerangka yang akan dia bangun. Meski orang berjuz 5 seka mengungkit-ungkit masa lalu, namun penuh pertimbangan dalam berbicara. Pertimbangan ini dipengaruhi oleh lingkungan yang dia tempati atau seseorang tersebut dekat atau tidak dengannya.
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa orang yang berjuz 5 seringkali mengalami hambatan pada tingkat realisasi gagasan atau idenya. Dia juga tipe orang yang agak “njlimet” ketika mengamati sesuatu sebelum dia mengerjakannya. Sepintas orang akan berpikir kalau dia “telmi” alias telat mikir. Disinilah kelemahan yang lain orang juz 5. karena mempertimbangkan sebab dan akibat yang akan terjadi, maka ia terkesan lamban merespon pengamatannya.
Dia adalah tipe orang susah untuk berkata bohong, apa yang ia ungkapkan memang benar tulus. Dia juga tipe orang yang tidak suka basa-basi sehingga orang melihatnya terlalu kaku, formal, dan normatif. Jika dia tidak suka atau suka dengan seseorang atau suatu keadaan, tanpa ragu dia akan mengungkapkan hal tersebut. Orang yang tidak mengenalnya pasti menilai bahwa orang berjuz 5 arogan.
Bisa dibilang, inilah salah satu juz yang paling rumt dan pelik dalam menyusun kerangka. Ia benar-benar mempertimbangkan pemasukan dan pengeluaran yang dihasilkan dari sebuah kerangka. Bisa pembaca bayangkan betapa “njlimet” cara ia menyusun kerangka. Saking rumitnya, sehingga berkesan tidak praktis.
Sudah dijelaskan pada sebelumnya bahwa orang yang berkarakter Juz 5 dalam mengerjakan sesuatu biasanya agak lambat dan telaten. Hal ini dikarenakan melibatkan unsur hati, alon-alon asala kelakon (biar lambat asal selesai dengan baik). Semua itu dilakukan karena target yang hendak dicapai. Hal lain, ia termasuk orang yang “moody”. Artinya dia akan mengerjakan sesuatu yang disenangi jika suasana hatinya sedang bagus. Jangan harap seorang juz 5 akan menghasilkan karya yang bagus jika hatinya sedang gundah.

Berdasar Halaman Al-Qur’an

Taktis
Jumlah ayat yang terdapat dari halaman 1 samapi 6 adalah 48 ayat. Surah ke-48 adalah Al-Fath (kemenangan). Hal ini berarti orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung untuk ingin menang sendiri atau paling tidak dengan karakter yang ia punya misalnya lemah lembut, perayu dan lain-lain digunakan untuk mencapai tujuannya (memperoleh kemenangan), maka berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang yang membawa karakter Juz 5.

Negatif dan Positif
Total ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 adalah 50. Surah Al-Qur’an yang ke-50 adalah Qaaf (berpikir). Berdasarkan urutan hijaiyyah, Qaaf adalah huruf ke-21. sedangkan ‘ain ke-21 diartikan sebagai simbol berpikir. Artinya dia mempunyai kegemaran berpikir. Parahnya masalah-masalah yang tidak perlu dipikirkan secara mendalam pun tidak luput dari “kegemarannya” berpikir, sehingga dalam mengambil keputusan sering terlambat. Tidak jarang, sering tidak bisa tidur karena memikirkan sesuatu yang seharusnya tidak dipikirkan.

Jalan Keluar
Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 14 sampai 15 berjumlah total 18 ayat. Mari kita rujuk kembali ke dalam urutan surah dalam Al-Qur’an, maka surah yang ke-18 adalah surah Al-Kahfi (gua). Seperti dijelaskan pada sisi Negatif dan Positif dimana orang yang membawa karakter Juz 5 cenderung terlambat dalam membuat policy (kebijakan) dan mengambil keputusan sehingga bisa dikatakan dalam mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah yang dihadapi terlalu berbelit-belit  layaknya sebuah gua yang mempunyai banyak lorong-lorong. Sisi lain, jika seorang berjuz 5 mengalami maslah ia akan mengurung diri atau menjauh dari keramaian. Kemudian merenungi apa yang telah terjadi dan apa yang akan ia lakukan kemudian. Karakter ini mirip dengan orang berjuz 18, 15 dan 16.

Dasar
Jumlah ayat yang terdapat di halaman 16adalah 8, urutan surah Al-Qur’an yang ke-8 adalah Al-Anfal (harta rampasan perang), yang berarti orang yang membawa karakter Juz 5 tergolong gigih dan pantang menyerah dalam meraih sesuatu artinya dia tidak akan berhenti berusaha sampai yang diharapkan tercapai. Kalau tidak hati-hati membawa diri, di abisa menjadi seorang yang “matre” atau akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Tapi, hal ini adalah kecenderungan. Bukan berarti dia akan berbuat demikian untuk mencapai tujuannya.

Karakter Juz 4 dalam Al-Qur'an


Juz 4 (Realistis dan Perayu)

Juz 4 terdiri dari dua surah yaitu Ali Imran dan An-Nisaa’. Kalau kita kaji karakter orang yang berjuz 4 dari surah yang terkandung di dalamnya, orang yang berjuz 4 mempunyai rasa solidaritas dan kekeluargaan yang sangat tinggi sesuai dengan nama salah satu surahnya yaitu surah Ali Imran (Keluarga Imran).
Keluarga Imran adalah keluarga pilihan yang menurunkan Nabi Isa as., bisa jadi ini adalah indikasi bahwa orang yang berjuz 4 mempunyai kecenderungan untuk selalu melihat orang dari sisi lingkungannya (keluarganya) dan sangat menjunjung tinggi kesucian dan kehormatan (dilihat dari anak perempuan Imran yaitu Siti Maryam yang dengan kekuasaan Allah SWT. bisa mengandung dan melahirkan Nabi Isa as. tapi tanpa terjamah oleh laki-laki sebelumnya).
Hal lain yang bisa diuraikan dari surah ini adalah jumlah ayatnya terpecah atau terbagi dalam Juz 4 yaitu 109, angka ini kemudian kita konversikan menjadi urutan surah AL-Qur’an. Surah AL-Qur’an ke-109 adalah surah AL-Kafirun (orang-orang kafir), hal ini juga bisa berarti orang yang berjuz 4 mempunyai sifat pandai menyembunyikan sesuatu dan cenderung tertutup sesuai dengan arti Kufr (menutup, menanam). Baik itu kekurangan yang ada pada dirinya ataupun masalah dalam keluarganya. Dia tidak mudah untuk membicarakan masalah keluarga kepada orang lain, sekalipun itu teman dekat atau saudara. Dia akan lebih enak jika berbicara atau bercerita masalah keluarga kepada seorang yang tidak dikenal sebelumnya. Misalnya, konsultan.
Sedangkan kalau dilihat dari jumlah ayat dari surah-surah yang ada di dalam Al-Qur’an adalah surah yang ayatnya berjumlah 109 adalah Surah Yunus (Nabi Yunus) yang kita persepsikan dengan air, laut, yang bisa berarti bahwa orang berjuz 4 suka terbawa oleh arus atau lingkungan dimana ia berada, sebagaimana air laut yang mudah terombang-ambingkan oleh angin, hal inilah yang harus diwaspadai olehnya.
Surah yang lain yang dipunyai oleh Juz 4 adalah Surah An-Nisaa’ (perempuan). Jika dia wanita maka dia bisa menjadi wanita yang ideal bagi laki-laki, lemah-lembut, sensitif, dan sifat-sifat yang lain identik dengan wanita.
Kalau dia berjenis kelamin laki-laki maka karakter yang akan muncul adalah ada beberapa sifat wanita yang menempel pada dirinya entah itu lemah baik dari segi fisik maupun non fisik ataupun sifat yang lainnya. Gaya bicaranya bak wanita. Jumlah ayat dari surah An-Nisaa’ yang ada di juz 4 berjumlah 23 ayat, urutan surah Al-Qur’an yang ke-23 adalah Al-Mu’minuun (orang-orang beriman), hal ini juga bisa berarti orang yang berjuz 4 memiliki nilai spritual yang tinggi, dan cenderung untuk mudah percaya pada orang lain. Untuk jumlah ayat tidak adasurah AL-Qur’an yang utuh maupun yang terpecah oleh juz yang berjumlah 23 jadi tidak kita uraikan.
Kelemahan terletak pada ketergantungannya terhadap lawan jenis. Jika ia seorang wanita ia akan sangat membutuhkan sosok pendamping pria, entah itu hanya sekadar teman atau pasangan hidupnya. Hal ini juga berlaku sebaliknya.
Jika nomor juz ini (empat) dikorelasikan dengan tanda ‘ain, maka ‘ain keempat memiliki arti tulang atau rangka. Artinya, seorang yang berjuz 4 mempunyai kelebihan dari segi fisik. Kalau kita jabarkan lebih jauh, ‘ain empat ini merupakan gambaran dari sifat tegar dan mandiri yang dimiliki orang juz empat. Bisa dikatakan dalam mengerjakan sesuatu, ia akan berpegang pada “konstruksi” yang ada. Dengan kata lain ia bisa menjadi seseorang yang tekstual dan konstekstual dalam menjalankan pekerjaan.
Tulang atau rangka juga bisa merupakan simbol dari gerak. Dimana orang yang berjuz 4 akan bergerak apabila hati dan pikirannya bertemu, atau dalam keadaan “mood”, jika tidak ia akan berubah menjadi orang yang termalas untuk melakukan segala sesuatu. Bedanya dengan juz 3, ia akan malas juga untuk berbicara.

Berdasarkan Kata yang Tercetak Tebal pada Awal Juz
Adapun kata yang tercetak tebal pada Juz 4 adalah kata ﻝﻦﺕﻦﻞﻭﺍ yang akan kita uraikan sebagai deteksi terhadap karakter orang yang berjuz 4 yaitu sebagai berikut:
Menarik untuk dikaji adalah hubungan antara lam dengan nun yang disambung.       Lam adalah huruf ke-23. Sedangkan ‘ain ke-23, artinya manusia. Hal ini dapat diartikan bahwa orang berjuz 4 dapat mengembangkan potensi yang dimiliki bila dia berada dalam sebuah lingkungan. Dia kurang bisa tinggal dalam kesendirian.
Nun (‘ain ke 25, lingkungan) yang berarti orang yang berjuz 4 mempunyai kecenderungan untuk selalu melihat orang dari sisi lingkungannya atau latar belakangnya dan selain itu ia juga sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan tempat ia berada.
Ta (‘ain ke-3, T.H.T). Seperti juga kita sudah uraikan, bahwa pemaknaan setiap huruf bukan merupakan satu kesatuan yang terpisah. Melainkan satu kesatuan bahasa atau rangkaian karakter. Satu huruf dapat menjelaskan huruf yang lainnya. Kebiasaan buruk dari juz 4 adalah selalu mengedepankan bicara jika tuntutan pada lingkungan dimana ia tinggal diabaikan. Bahayanya, ia bisa menjadi seorang “perumpi” sejati. Khususnya wanita. Apabila dia mampu mengoptimalkan “THTnya”, ia mempunyai respon yang baik dalam menyaring informasi yang sampai kepadanya.
Nun (‘ain ke-25, lingkungan). Huruf ini tersebut dua kali. Hal ini menegaskan tentang pentingnya sebuah lingkungan bagi orang berjuz 4. jadi untuk memasung kreativitas orang berjuz 4 sangatlah mudah. Asingkan dia, meskipun di tempat pengasingan tersebut dipenuhi dengan segala fasilitas, ia tidak akan bisa tinggal lama di tempat tersebut.
Lam (‘ain ke-23, manusia). Lagi-lagi juz 4 memiliki keistimewaan dengan dua huruf yang tersebut dua kali awal Juz yang keduanya merupakan penegasan dan saling memperkuat (dominan) antar satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, orang juz 4 juga bisa memanjakan dan mengerti kemauan pasangannya.
Wawu (‘ain ke-26, modal, potensi atau putaran waktu), bagi Juz 4 setiap akan melakukan sesuatu yang mungkin pertama terpikirkan olehnya adalah modal, sehingga tanpa modal ia akan merasa kurang percaya diri. Modal ini bukan saja berupa materi namun bisa kemampuan dan ilmu yang dimiliki.
Pada suatu saat seorang juz 4 menampakkan sikap manja dan mempunyai perasaan ketergantungan terhadap orang lain. Namun di saat yang lain ia bisa sangat tegar dan mandiri.
Memang sekilas terlihat kontradiktif, saat sifatnya yang tegar dan mandiri muncul maka egoisme dan sifat keras kepalanya juga muncul. Sebaliknya, jika sifat manjanya yang muncul maka ia bisa menjadi sangat lemah dan tergantung pada orang lain.
Sikap mandiri ini akan muncul jika ia dapat memenuhi huruf-huruf sebelumnya. Artinya, arti dari huruf-hururf yang sudah kita bahas di atas sesuai dengan harapannya. Jika tidak terpenuhi ia akan menjadi seorang pengikut yang setia, yang hanya bekerja jika ada perintah.
Dia tipe orang tidak mudah begitu saja menerima informasi yang belum jelas. Dia akan mencerna dan berpikir dulu, dan tidak menanggapinya dengan terlalu terburu-buru. Cara berpikirnya sangat bijak, ia tidak akan memberi statement apappun sebelum semuanya jelas olehnya. Dia bisa menjadi orang yang sangat realistis. Seperti yang sudah dijelaskan.
Negatifnya, ia akan berbuat seenak perutnya jika ada yang mengganjal dipikirannya, atau apa yang ia pikirkan tidak sesuai dengn kenyataannya. Secara fisik, jika pikirannya terbebani oleh suatu masalah yang mengakibatkan stres, reaksi fisik pertama yang akan ia rasakan adalah perut.
Orang yang berjuz 4 selalu cenderung sensitif dalam arti tidak “tegaan”, memiliki rasa, dan kepekaan sosial yang lumayan tinggi. Disinilah jiwa kewanitaannya berperan, meski ia seorang laki-laki. Secara fisik, apa yang ia lihat akan berpengaruh pada jantungnya. Melihat kejadian yang lur biasa menurutnya, otomatis jantungnya akan berdegup kencang. Oleh karenanya, bisa dikategorikan ia rentan terhadap serangan jantung.
Serngkali ungkapan yang diutarakan oleh orang berjuz 4 memang benar-benar keluar dari hati nuraninya, dia ingin berniat baik, tapi seringkali orang lain tidak memahami dan mengerti terhadapnya, mungkin disebabkan oleh cara menyampaikan ide-idenya yang terlalu menggebu-gebu sehingga seringkali ditangkap oleh orang lain sebagai sebuah ambisi.
Disinilah para pria atau wanita harus berhati-hati. Dia bisa menjadi seorang perayu yang handal. Apalagi bila keadaan lawan jenisnya tersebut dalam kondisi yang labil. Kemampuan lainnya adalah menyelami perasaan dan emosi lawan jenisnya sampai titik yang paling dalam.
Dengan bicaranya, dia mampu membangkitkan sekaligus menghanyutkan perasaan lawannya. Dengan bicaranya dia mampu membangkitkan “gairah” sekaligus memberikan motivasi. Negatifnya, dia bisa berubah menjadi seseorang yang “jutek”. Sedikit bicara namun langsung menusuk perasaan dan emosi seseorang.
Lagi-lagi memang orang yang berjuz 4 selalu cenderung memandang sesuatu dari kaca mata hati nurani sebagai pijakan dasarnya sehingga nilai objektivitasnya tidak dominan dan lebih cenderung subjektif.
Orang yuang berjuz 4 dalam melakukan pekerjaannya selalu akan mengikuti rencana yang telah dibuat dan tidak punya kecenderungan untuk melakukan lebih dari apa yang telah direncanakan, bisa jadi ia adalah tipe orang yang sangat normatif yang selalu mengikuti sisdur (sistem dan prosedur).

Berdasarkan Halaman

Taktis
Jumlah ayat yang terdapat pada halaman 1 sampai halaman 6 berjumlah 59, surah ke-59 yaitu surah Al-Hasyr (pengusiran), ini berarti cara berpikir orang yang berjuz 4 cenderung keras dan seakan-akan ia tidak mau tahu dan masa bodoh terhadap pikiran orang lain.

Positif dan Negatif
Jumlah ayat dari halam 7 sampai halaman 13 adalah 55 ayat. Maka surah ke-55 adalah Ar-Rahman (Yang Maha Bijaksana), hal ini berarti orang yang berjuz 4 mempunyai sifat bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan. Arti lain dari Ar-Rahman adalah kasih-sayang. Dengan kata lain, dia pandai menebar kasih sayang dan bisa bersikap sangat romantis. Namun, sikap dan asih sayang diberikan kadang kala sering disalah artikan dan tentu hal itu akan menimbulkan permasalahan baru baginya.

Jalan Keluar
Jumlah ayat terkandung di halaman 14 dan 15 berjumlah 12 ayat. Surah AL-Qur’an yang ke 12 adalah surah Yusuf (Nabi Yusuf), yang berarti ia akan selalu mengambil jalan tengah dalam memecahkan masalah sehingga dicapai “win-win solution”. Selain itu juga ia pandai berpolitik dan trik-trik cerdas dalam mencari solusi. Nabi Yusuf merupakan simbolisasi dari udara. Untuk bisa keluar dari permasalahan yang ia hadapi, ia harus bisa membentuk dirinya seperti keadaan yang berpengaruh saat itu.

Dasar
Halaman 16 berjumlah 6 ayat. Surah yang ke-6 adalah Al-An’am (binatang ternak), artinya pada dasarnya orang yang berjuz 4 tidak bisa mandiri, ia akan selalu tergantung pada orang lain dan cenderung memerlukan pendamping atau teman walaupun untuk sekadar mendengar curhatnya. Inipun sama dengan yang sudah kita terangkan atas.

Karakter Juz 3 dalam Al-Qur'an


Juz 3 (Pandai Berargumen, Bijak Mengambil Keputusan)
Pada juz 3 terdapat dua surah yakni Al-Baqarah dari ayat 253 sampai dengan ayat 286 (34 ayat) dan Ali Imran dari ayat 1 sampai dengan ayat 91. total ayat dari juz 3 adalah 125 ayat. Sedangkan total tanda ‘ain atau tanda ruku’ adalah 17.
‘ain 3 memiliki makna THT. Bisa dikatakan ia adalah orang yang paling cerewet dan mudah sekali angkat berbicara. İa juga paling suka mengomentari sesuatu. Memerintah kepada siapa saja bukan suatu hal yang tabu baginya, meski dengan orang yang baru dia kenal sekalipun. Dengan kata lain, jika ‘ain 3 lebih dominan, ia akan menjadi orang yang sangat pemalas. Akan tetapi menjadi kepuasan baginya jika ia bisa “ngoceh” sebanyak yang ia mau. Akibatnya, ia tidak bisa menjadi pendengar yang baik.
Tak jauh berbeda dengan juz 1 dan 2 yang mempunyai surah yang sama, kecenderungannya juga akan memiliki karakter yang sama. Namun yang membedakan adalah jumlah ayat pada surah tersebutt. Orang juz 3, bisa menjadi seorang pekerja keras. Akan tetapi bukan mengandalkan pemikiran (juz 1) atau pengamatannya (juz 2), namun lebih kepada “mulutnya”. İa akan menjadi seorang yang kritis dalam menilai sesuatu. Lincah sekali mencari celah atau kelemahan orang lain, melalui apa yang mereka bicarakan. Hal ini disebabkan karena jumlah ayat pada surah Al-Baqarah pada juz 3 adalah 34 ayat.
Surah ke-34 adalah Sabaa artinya Kaum Pencari. Oleh karena itu ia pandai sekali mencari celah atau kelemahan dari gaya bicara atau tutur kata seseorang. İa cukup jeli sekali menilai apakah seseorang itu berbicara jujur atau tidak.
Sedangkan surah Al Imran berjumlah 91 ayat. Surah ke-91 adalah Asy-Syams artinya Matahari. Jika Ali Imran yang paling mendominasi dalam diri seorang juz 3, ia bisa sangat dibutuhkan banyak orang. Bila ia sudah berkeluarga, ia akan  menjadi orang yang sangat bertanggung jawab dan melindungi serta mengayomi keluarga.
Seperti kita tahu bahwa matahari, tidak akan tampak sinarnya bila terhalang mendung atau pada malam hari. İa orang yang gemar “berkelana” sesuka hatinya. Jika ia di belenggu aktivitas dan pemikirannya, disinilah mendung atau datangnya malam hari berperan. İa akan kehilangan sinarnya. İa akan menjadi orang yang sangat lemah tanpa daya.

Karakter Berdasarkan Kata Awal Juz 3
Kata awal juz 3 adalah ﺕﻝﻚﺍﻝﺮﺲﻞ. Akan kita jabarkan satu per satu dari huruf-huruf tersebut.
Huruf (Ta), merupakan huruf ke-3. ‘Ain 3 memiliki arti THT. Seperti sudah dijabarkan di atas, bahwa orang juz 3 lebih bisa mengedepankan bicara terlebih dahulu ketimbang bekerja. İa bisa menjadi orang yang tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan pendapatnya.
Huruf (Lam), merupakan huruf ke-23. ‘Ain 23 memiliki asti Manusia (bayi). Umumnya bayi akan menyampaikan keinginan apa adanya. Agak cengeng dan tidak bisa jauh dari orang tua atau paling tidak dia tidakbisa jauh dengan orang orang yang dianggapnya bisa melindungi dirinya.
Huruf (Kaaf), merupakan huruf ke-22. ‘Ain 22 bermakna target. Ketiga huruf (ﺕﻝﻚ) tersebut terangkai dalam sebuah sambungan. Kalau bisa disimpulkan, karakter dari juz 3 berdasarkan rangkaian ke-3 huruf tersebut adalah layaknya seorang anak kecil yang meminta sesuatu, setiap yang diinginkan haruslah dituruti. Kalau tidak diturutin ia akan “ngambek” sampai keinginannya dituruti.
Huruf ﺍﻝ (Alif Lam), yang merupakan huruf ke-31. ‘Ain 31 memiliki makna Faktor X. Terjadi hal-hal tersebut di atas, dia sudah dapat mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya.
Huruf (Ra’), merupakan huruf ke-10. ‘Ain 10 memiliki akna Perut atau Pencernaan. Secara fisik, jika ia salah mengantisipasi faktor x yang tidak terprediksi sebelumnya, bisa-bsa ia akan bolak-balik kamar mandi untuk buang air. Secara psikis, ia akan bertindak seenak “perutnya” sendiri.
Huruf (Siin), merupakan huruf ke-12. ‘Ain 12 memiliki makna Nafsu, Motivasi dan Ambisi. Namun, jika faktor tersebut masuk dalam daftarnya , maka dia akan menjadi orang yang sangat ambisius dan lebih termotivasi guna mencapai tujuannya. Sebaliknya, jika faktor tersebut di luar jangkauannya, disamping bertindak seenak perutnya dia menjadi mudah terpancing emosinya.
Apa yang dpikirkan olehnya, dia ingin cepat-cepat menangani. Namun dalam menangani dia pandai sekali menentukan maslah mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Jika ia sudah mengenali lebih mendalam tentang masalah atau lingkungan yang sedang dihadapi, disinilah kadang kala kebimbangan mulai mengganggu pikirannya. Kebimbangannya timbul disebabkan oleh perbedaan aturan yang dimiliki dengan aturan yang berlaku pada lingkungan tersebut.
Bisa dikatakan dia bisa menjadi seorang yang bijak dalammengambil keputusan. Dia akan membuat kerangka yang jelas dalam suatu masalah yang diamati. Dikatakan cukup bijak mengambil kerputusan karena dia mampu melihat faktor penyebab terjadinya sebuah masalah. Dia runut dalam memisahkan mana masalah yang harus diselesaikan segera dan mana yang masih bisa diselesaikan kemudian. Dan dia memiliki kerangka yang cukup untuk itu.
Orang ber juz 3 cukup argumentatif. Dia memang banyak bicara dan berkomentar, namu komentar tersebut seringkali berdasar. Dirinya merasa cukup mengenal medan yang akan atau sedang dihadapi. Namun tidak jarang juga orang harus nurut omongan dia bahkan kadang memaksa seseorang untuk mengikuti aturannya. Terlepas dari itu dia juga konsisten terhadap analisis dan kemudian menerapkannya.
Melihat aspek hukum atau dali-dalil dalam menyikapi sebab dan akibat dari sebuah masalah, sebisa mungkin tidak bersentuhan dengan hukum. Dia akan berpikir dua kali jika masalah tersebut bersinggungan dengan hukum. Jadi jangan harap kita dapat melakukan sesuatu pekerjaan yang nyerempet hukum meski cuma sedikit. Baik itu hukum yang sifatnya perdata atau pun pidana. İtulah yang menyebabkan juz ini sangatlah jarang kita kenal.
Dalam menangani sesuatu, disamping dari pengematannya juga dari pusat minatnya. Dia paling enggan menjalankan sesuatu yang tidak menarik baginya. Yang terjadi, dia akan memerintahkan seseorang untuk mengerjakan apa yang tidak diminatinya. Sesuatu yang menjadi keinginannnya harus tercapai. Bisa-bisa hanya itu saja yang ada dalam pikirannya.

Karakter Berdasarkan Halaman

Taktis
Dari halaman 1 sampai dengan halaman 6 juz 3, total jumlah ayatnya sebanyak 37 ayat. Surah ke-37 Al-Qur’an adalah Ash-Shaffat (yang bershaf-shaf). Gampangnya ketika kita memasuki masjid, orang yang datang lebih dahulu dan tanpa disuruh mereka sudah menempatkan dirinya pada shaf paling depan kemudian diikuti yang lainnya. Itulah cara berpikir orang juz 3. emosinya akan meletup jika ada seseorang yang melihat seseorang ang tidak teratur menata sesuatu.
Namun kadang kala, keteraturan baginya adalah sebuah keinginan attau cita-cita. Ia ingin orang lain teratur sementara dirinya tidak mau diatur atau susah untuk kita mengaturnya.

Negatif dan Positif
Total jumlah ayat dari halaman 7 sampai dengan halaman 13 dari juz 3 63 ayat. Surah ke-63 adalah Al-Munafiquun. Dari arti ayatnya mungkin pembaca sudah dapat menjelaskan maksud dari surah tersebut. Disinilah  letak kontradiksinya, disatu sisi ia bisa bersikap bijaksana sementara di sisi lain ia bisa memperdaya seseorang dengan sikap munafiknya dan pandai memainkan perasaan orang. Surah ini bisa menjadi kelemahan sekaligus kelebihan.

Jalan Keluar
Jumlah ayat dari halaman 14 dan 15 adlaah 17 ayat. Surah ke-17 adalah Al-Israa’ artinya Perjalanan di malam hari. Namanya jalan keluar, tentunya berkaitan dengan masalah yang sedang dia hadapi. Jika masalah yang sedang ditangani benar-benar buntu, ia bukannya mencoba mencari jalan keluar lain, malah ia cenderung untuk pergi dari masalah tersebut.
Ia akan berubah menjadi seseorang yang mudah marah, karena tidak mampu menyelesaikan masalahnya. Sebenarnya, jika ia mengambil filosofi dari Isra’ Mi’raj, disitulah ia akan mendapatkan jalan keluar.

Dasar
Jumlah ayat dari halaman 16 juz 3 adalah 8 ayat. Surah ke-8 adalah An-Anfaal artinya Rampasan Perang. Bagi orang juz 3, tidak ada istlah leha-leha untuk mendapat rezeki. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada kecenderungan sebuah hasil yang dia inginkan adalah dalam bentuk materi. Sikap negatif dari orang juz 3 yang harus dihindari adalah adanya kecenderungan dirinya untuk menghalalkan segala cara dalam mencapai keinginannya.

Karakter Juz 2 dalam Al-Qur'an

 Juz 2 (Jaga Penampilan dan Tempramental)
Karakter juz 2, hampir mirip dengan karakter dari juz 1. Hal ini disebabkan karena pada juz 2 juga terdapat surah Al-Baqarah. Namun yang membedakan adalah jumlah ayatnya. Bahkan juz dua ini, hanya berisi satu surah saja yaitu Al-Baqarah ayat 141 sampai dengan 252. Total ayatnya adalah 111 ayat.
Diantara 30 juz, jumlah ayat yang paling sedikit adalah juz dua dan juz enam. Hanya terdapat 111 ayat. Surah ke-111 Al-Qur’an adalah Al-Lahab (gejolak api). Perumpamaan lain dari gejolak api adalah Emosi. Seringkali, seseorang yang berjuz 2 menanggapi segala sesuatu dengan emosi, meskipun emosi tersebut sifatnya hanya sesaat. Bahkan saat dia emosi, siapapun orang yang terdekat dengan dia bisa kena “semprot”. Dengan kata lain, ia susah untuk mengendalikan emosinya dan tidak menempatkan emosi pada tempatnya.
Selain itu, Al-Lahab juga menggambarkan tentang antusiasme. Namun bukan sembarang antusiasme. Antusias ini lebih kepada sesuatu yang bisa ditangkap oleh indra penglihatan. Hal ini pengaruh dari ‘ain 2 memiliki arti mata. Artinya dia mudah sekali terpedaya oleh penampilan. Bila penampilan seseorang itu “indah” dia akan mudah antusias dan percaya, meskipun apa yang dilakukan atau diucapkan orang itu belum tentu benar. Sebaliknya, bila penampilan orang itu kurang meyakinkan dalam pendangannya, dia akan bersikap acuh tak acuh. Sederhananya, orang berjuz 2 mudah tertipu oleh penampilan.
Atau dengan kata lain, dia lebih melihat kepada figur ketimbang apa yang dipunyai oleh si figur. Maka tidak jarang dia menyepelekan kemempuan seseorang. Oleh karena itu, seorang juz 2 juga biasanya cenderung menampakkan sifatnya yang “bandel”, tak dapat dinasihati. Setelah dia “mentok” atau terbentur, barulah ia percaya pada omngan orang.
Sapi adalah salah satu binatang yang kuat dan tangguh dalam menghadapi perubahan cuaca. Bagi orang juz 2 dia memiliki kecenderungantahan terhdap cuaca. Ia juga seorang pekerja keras dan pantang menyerah. Namun kadang kala ia bisa kehilangan inisiatif jika emosi yang mengendalikan akalnya. Dengan kata lain, kalau tidak dicambuk ia tidak bergerak atau jalan.
Selain melihat karakter berdasarkan surah, kita juga bisa mengkajinya melalui huruf. Secara urutan huruf hijaiyyah, Ba adalah huruf ke-2. menurut arti ‘ain, maka ‘ain ke-2 artinya Mata. Ini berarti juga bahwa seseorang juz 2 sangat pandai dan terampil dalam membaca atau mengamati tingkah-laku, pikiran seseorang dan juga kondisi serta situasi. Maka tidak heran bila seseorang juz 2 terkesan seius dan penuh selidik terhadpa semua hal.
Orang juz 2 juga memiliki kepandaian “mengatasnamakan” orang lain dalam menjelaskan sesuatu. Dia sangat pandai menggunakan “kata si anu” dan sebaginya ia sendiri seolah hampir tidak pernah memiliki kata atu pikiran (pendapat). Jika kelincahan mengtas-namakan orang lain dalam pembicaraan itu kemudian dipakai untuk tuujan tertentu, maka seorang juz 2 sangat pandai dalam “menghasut” orang.
Kondisikan sejak kecil untuk membaca. Dengan maksud, agar kekuatan matanya mendapat akomodasi secara dini. Ia punya bakat untuk menjadi seorang pengamat, bahkan memperbaiki mesin atau alat yang kecil-kecil ia mampu. Karena ‘ain ke-2 artinya mata, maka kelebihan lain yang bisa muncul darinya, i dapat tidur berhar-hari. Atau dengan mudah tidur di manapun, dan dalam kondisi apapun. Artinya ia dapat menyinkronkan bagian matanya sedemikin rupa sehingga tidak ada problem “susah tidur”.
Meskipun memiliki fisik yang kuat, tetapi juz 2 mempunyai perasaan “cengeng” atau mudah tersinggung dan pada umumnya tidak bisa “cuek”. Karena pada dasarnya ia seorang yang lemah secara mentalitasnya, maka ia tidak memiliki kepercayaan diri. Ia cenderung menggunakan orang lain sebaggai “tameng”. Ia berlindung diri di balik “kata orang”. Tetapi suatu saat, ia juga memiliki “egoisme” yang membuatnya menjadi susah berkomunikasi. Juz ini berisi ayat-ayat yang relatif panjang-panjang dan di tengah-tengah juz tidak terdapat baris yang beriasi nama surah atau basmalah.
Ini juga dapat menunjukkan bahwa seorang juz 2 memiliki sifat yang tertutup, karena kepercayaan dirinya yang lemah. Maka seorang juz 2 juga cenderung lambat, dan sangat ragu-ragu dalam menangani masalah. Dia selalu “takut salah” dalam menangani atau mengerjakan sesuatu.
Namun demikian, ia juga seorang yang tahan banting, dan “kebal” dari lecehan orang. Apabila ia melakukan kesalahan, ia cukup siap untuk dimarahi. Meski demikian, ia tidak mudah frustasi. Apabila ia menjadi seorang pekerja tulen, maka ia akan menjadi yang benar-benar kuat secara fisik. Jika ia menjadi seorang pemikir, maka pikirannya sangat insklusif dan mudah terpengaruh.
Kalau kita cermati, setiap awal surah setiap juz, selalu ditandai oleh kata yang dicetak dengan huruf tebal. Disamping sebagai tanda awal juz, tentunya ada makna dibalik kata tersebut.
Kata yang mengawali juz 2 adalah ﺲﻱﻖﻭﻝ . Dari huruf-huruf tersebut kita dapat melihat karakter dari juz tersebut. Huruf (sin) adalah urutan huruf ke-12. Sedangkan ‘ain ke-12 memiliki makna ambisi/motivasi/alat vital. Seperti sudah dijelaskan di atas, bahwa dalam menyikapi masalah tertentu, dia selalu mengandalkan emosionalnya. Hal ini sesuai dengan arti dari huruf itu sendiri. Namun dia sangat berambisi dan memiliki motivasi tinggi dalam menyelesaikan apapun yang dikerjakan.
Maslah daya tarik dengan lawan jenis, dia mudah tertarik dengan sosok yang menurut dia “indah” dipandang. Tidak pandang bulu, miskin, kaya, pintar, bodoh atau apapun. Hal itu bisa menjadi prioritas ke sekian buatnya.
Huruf (Ya). Berdasarkan ‘ain memiliki makna inti manusia/kandungan. Baginya, segala sesuatu yang harus dilakukan harus ada hasil yang berarti buatnya. Jadi, kemungknan kecil sekali dia melakukan hal-hal yang kaitannya dengan sosial, kecuali dengan orang-orang yang terdekat dengan dia. Pada kondisi tertentu, dia pandai sekali menyelami hati seseorang.
Huruf (Qaaf), maknanya kepala. Di atas juga sudah dijelaskan, bahwa pada dasarnya orang berjuz 2 keras kepala dan susah sekali menerima nasihat orang lain. Berpikir logis adalah syarat mutlak baginya. Kadang kala dia sering menafikan hal-hal yang susah dicerna oleh nalarnya.
Huruf (Wawu), maknanya modal, potensi atau putaran waktu. Bagi juz 2 melakukan segala sesuatu membutuhkan modal. Ia memiliki potensi yang terpendam. Namun kadang kala kurang percaya diri.
Huruf (Lam), maknanya manusia atau bayi. Orang yang membawa karakter juz 2 memiliki kemanjaan psikologis, sehingga hidupnya selalu memerlukan kehadiran orang lain, yang bersedia membantu atau melindunginya. Seperti sudah diurai di atas, juz 2 bisa menjadi seorang yang cengeng.

Karakter Berdasarkan Halaman

Taktis
Jumlah ayat dari halaman 1 sampai halaman 6 adalah 46 ayat. Setelah itu, angka 46 disubstitusikan menjadi surah Al-Qur’an. Surah ke-46 adalah Al-Ahqaaf artinya Bukit Pasir. Karakter juz 2 berdasarkan surah tersebut adalah ia pandai membawa diri. Mudah membawa suasana hati. Artinya, jika ia sedang ada maslaah di rumah, mka suasana tersebut akan ia bawa kemanapun ia pergi.

Negatif dan Positif
Dihitung berdasarkan jumlah ayat dari halaman 7 sampai halaman 13 dari juz yaitu 46 ayat. İnilah kelebihan orang juz 2. Sepertinya ia mudah berubah atau tidak punya peendirian, namun itulah strategi adaptasi dia untuk menarik perhatian lawan atau kawannya. Jadi jangan kaget jika suatu saat kitalah yang akan mengikuti kemauan dia. Tak ubahnya seperti “Quick Sand”, pasir hisap.

Jalan Keluar
Dihitung dari jumlah ayat halaman 14 dan halaman 15. jumlah ayaat pada 2 halaman tersebut adalah 13 ayat. Surah ke-13 adalah Al-Ra’ad artinya Guruh atau Petir. Karena ini merupakan jalan keluar, maka dalam menyelesaikan maslah, orang juz 2 akan mengedepankan emosinya terlebih dahulu. Dengan gaya bicara yang cenderung meledak-ledak, dsitulah senjata dia untuk mempengaruhi seseorang. Timbulnya guruh atau petir karena adanya perbedaan muatan pada awan positf dan negatif. Artinya, dia akan mudah tersulut emosinya jika seseorang tidak sependapat dengan dirinya. Seseorang harus mengikuti apa kata dia.

Dasar
Dihitung dari halaman 16. Jumlah ayat di halaman 16 adalah 6 ayat. Surah ke-6 adalah Al-An’am artinya Binatang Ternak. Pada dasarnya seorang juz 2 tidak bisa mandiri, dia akan selalu membutuhkan pendamping. Orang yang selalu membimbing dia setiap saat. Disinilah kelemahan terbesar dia. İa akan mudah mengikuti apapun kemauan dan ucapan seseorang yang dia anggap sebagai pembimbingnya.