Sabtu, 23 April 2011

Karakter Juz 1 dalam Al-Qur'an


Juz 1 (Melayani dan Dilayani)
Angka 1 berhuruf Alif. Ciri utama Alif adalah bila di depan tidak mau “menggandeng” huruf di belakangnya, tidak dapat menempati posisi tengah, bila di belakang maunya digandeng (sebagai huruf Mad). Maksudnya hanya dapat menempati awal dan akhir rangkaian huruf.
Karakter seorang juz 1, apabila seseorang juz 1 berada di depan, misalnya menjadi pemimpin ia cenderung bersikap egois, dan sangat otoriter. Ia sangat mandiri dan berkesan tak butuh bantuan orang lain. Segala keinginannya harus terpenuhi. Sebab ia merasa yang paling benar oleh karenanya haru diikuti. Tetapi bila ia berada di belakang, ia sama sekali tidak memiliki pilihan. Dia dapat dengan mudah menurut dan ikut pada siapapun.
Juz 1 memiliki keunikan tersendiri. Hal ini nampak pada ornamen halaman 2 dan 3 yang dibedakan dengan halaman lain Al-Qur’an. Artinya seorang juz 1 juga cenderung menuntu keistimewaan tertentu, baik dalam lngkungan keluarga, pekerjaan atau bermasyarakat.
Jumlah halaman juz 1, lebih sedikit dibanding dengan juz-juz lain (16 halaman). Sementara juz 1 hanya 14 halaman. Ia selalu merasa ada saja sesuatu yang kurang dalam dirinya, bahkan selalu tidak puas. Hal ini membuat ia kehilangan “sesuatu” dalam dirinya.
Juz 1 memiliki surah AL-Baqarah (sapi betina). Hal ini bisa berbanding terbalik dengan sifat berdasarkan huruf alif yang cenderung tak butuh bantuan orang lain (bila posisi hurufnya di depan huruf lain). Jika sifat surah Al-Baqarah dominan, orang juz 1 memiliki rasa ketergantungan pada orang lain. Atau dengan kata lain, merupakan gambaran dari posisi alif yang terletak di belakang huruf tertentu.
Dalam kondisi tertentu, misalnya ketika dia sudah tidak tahu mesti berbuat apa, terkadang terkesan pasrah jika orang lain “memerah” jerih payahnya. Seolah-olah dia tida memiliki pilihan dan tidak kuasa untuk menolak jika seseorang berbuat demikian pada dirinya.
Pengaruh surah Al-Baqarah ini membuat dirinya menjadi “pelayan” yang baik bagi orang lain, terutama keluarganya. Memberikan susu bagi anak-anaknya sekaligus pemelihara. Faktor surah ini pula membuat seorang juz 1 merupakan pekerja keras.
Al-Qur’an mushaf Utsmani format 18 baris memiliki karakteristik yang khusus. Dimana jumlah halaman dari juz 2 sampai juz 29 adalah sama, yaitu 16 halaman. Namun, ada dua juz yang jumlah halamannya berbeda, yakni juz 1 dan juz 30.
Juz 1 jumlah halamannya 14 sedangkan juz 30 memiliki 21 halaman. Perbedaan jumlah halaman ini juga bisa menggambarkan karakter dari juz yang bersangkutan. Karena halamannya kurang, membuat orang dengan juz 1 selalu saja ada merasa ada sesuatu yang kurang pada dirinya atau bisa menjadi orang yang kurang percaya diri.
Disisi lain, ia bisa menjadi seseorang yang tidak akan pernah puas dengan apa yang sudah dicapai. Sebaliknya juz 30, kadang terlalu over confident, sehingga sepertinya dia menguasai semua hal. Atau dengan kata lain, dia merasa memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang lain.
Jika surah Al-Baqarah nya yang mendominasi pada diri orang berjuz 1, dia bisa menjadi orang yang akan selalu minta untuk dilayani. Kurang inisiatif dan mudah sekali dipengaruhi, baik keadaan maupun orang lain.
Surah Al-Fatihah artinya pembukaan. Bisa juga diartikan pendobrak dan pioneer. Pengaruh surah ini membuat dia memiliki bakat  untuk melakukan terobosan atau membuka jalan. Membuka ruang untuk masuknya hal baru. Sehingga ia bisa menjadi orang yang dinamis karena menyukai sesuatu hal baru, ia cenderung cepat bosan terhadap kondisi yang monoton.
Selain itu, pengaruh jumlah ayat pada Al-Fatihah juga memberikan gambaran tentang juz 1. jumlah ayat Al-Fatihah adalah ayat 7 ayat. Bila kita korelasikan angka 7 dengan surah Al-Qur’an, maka surah ke-7 adalah Al-A’raaf (tempat tertinggi). Dari sisi negatif, pengaruh surah ini bisa membuat seseorang juz 1 seringkali memnadnag remeh orang lain. Dia ingin selalu dianggap”penting”. Terkadang pengaruh surah ini membuat orang berjuz 1terkesan sombong atau tinggi hati.
Data untuk mengetahui karakter seseorang berdasarkan juz salah satunya adalah tanda ‘Ain. Sangat disayangkan, ada sebagian cetak Al-Qur’an yang menghilangkan angka pada tanda ‘ain tersebut. Padahal, angka tersebut akan mempermudah kita mendapatkan informasi. Baik yang berkaitan dengan karakter seseorang berdasarkan juznya maupun informasi lain. Sekarang kita akan menganalisis karakter juz berdasarkan ‘ain.
‘Ain 1 berarti kepala/otak. Hal ini punya makna, dengan kekuatan “otak”, seseorang dapat menemukan suatu bentuk “kreativitas”. Ia dapat mendobrak kebuntuan, memiliki banyak akal dan ide brilian. Apabila kita amati tanda ‘ain pada pinggir halaman pertama juz 1, terdapat angka-angka sebagai berikut:
1.          Angka 1 (angka di atas ‘ain merupakan ‘ain surah)
2.          Angka 7 (angka di tengah ‘ain merupakan jumlah ayat dalam 1 ‘ain)
3.          Angka 1 (angka di bawah a’in adalah ‘ain juz)
Dengan bantuan arti angka ini akan mempermudah membaca karakter. ‘Ain 1 adalah otak, angka 7 artinya input dan output. Angka 1 diatas pelaksanaannya atau hasil, karena angka 1 di atas merupakan ‘ain surah. Makna dari ketiga angka itu adalah orang juz 1 dapat berpikir optimal jka banyak mendapat masukan. Namun dalam pelaksanaannya, ide atau masukan itu hanya lewat begitu saja. Dia cenderung menggunakan idenya sendiri.
Seperti cara kerja paru-paru, oksigen yang dibutuhkan sangat sedikit. Tarikan napas demi senapas. Ia hanya mengambil sedikit sekali ide-ide orang lain. Tap dia akan sama sekali tidak bisa berpikir jika tidak ada masukan. Ibarat paru-paru dan otak, tanpa oksigen ta bisa bekerja.
Secara fisik, kelemahan juz 1 adalah kepala. Karakter komplit orang juz 1, bisa dengan melihat ‘ain-‘ain selanjutnya. Tentunya, dengan melihat simbol yang ada din mengartikannya seperti di aataas. Jika pembaca yang budiman memiliki anak juz 1, sebaiknya dididik atau dikondsikan memiliki kegemaran berpikir. Harapannya, ia benar-benar dapat memfungsikan kekuatan otak sejak dini. Pada prnsipnya, ia dapat memasuki bidang apa pun, asalkan ia mendapatkan”pelayanan” secara proporsional sejak kecil.
Anak juz 1 dapat mengaktualisasikan diri secara optimal dengan dukungan “pelayanan” penuh pengertian dari pihak lain, atau orang lain di sekelilingnya. Karier dan pekerjaan yang sesuai bagi orang juz 1 adalah konseptor, ketentaraan, dan analisi. ‘Ain juznya adalah 5 dan jumlah ayatnya 7. angka 5 berarti Tangan atau Penanganan. Angka 7 berarti paru-paru atau input dan output.
Inilah salah satu kelebihan orang juz 1. dia begitu hati-hati dalam menangani suatu permasalahan. Menganalisis dan menerapkan hasil analisisnya adalah suatu keharusan baginya. Dalam berdagang, dia akan benar-benar memperhitungkan untung ruginya walaupun itu satu sen. Dia juga seorang yang tidak mau berspekulasi.

Karakter Berdasarkan Halaman

Taktis
Jumlah ayat dari halaman 1 sampai 6 pada juz 1 yaitu 43 ayat. Kalau kita koncersikan angka 43 dalam urutan surah Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan surah Az-Zukhruf, artinya barang-brang perhiasan.
Cara menghadapi orang yang membawa karakter juz 1 menurut data di atas, efektif jika melalui pendekatan “pemaparan hasil”. Maknanya, bila kita menawarkan kepadanya sebuah pekerjaan, maka yang harus kita utarakan terlebih dahulu adalah kompensasi dan hasil yang akan dicapai. Umumnya, perhiasan tidak terbentuk begitu saja melainkan ada sebuah proses. Dengan kata lain, tipikal juz ini kurang menyukai sesuatu yang sifatnya instan. Dia akan bangga pada dirinya jika dia mendpatkan sesuatu dari hasil upayanya.
Dia akan menjadi seseorang yang “matang” jika dia ditempa dalam kehidupan yang keras dan tidak dimanjakan. Sebagaimana sebuah perhiasan itu terbentuk.

Negatif dan Positif
Total ayat yang terdapat pada halaman 7 sampai 13 berjumlah 72 ayat. Angka 72 yang kita rujuk  dalam urutan surah AL-Quran, yaitu Al-Jin. Maknanya, orang yang membawa karakter juz 1 mudah percaya terhadap sesuatu sekalipun tanpa bukti. Secara metafisis, ia mempunyai kelebihan pada kepekaan spiritual. Tak jarang, orang yang berjuz 1 dapat melihat sesuatu yang tak kasat mata.
Dalam kehidupan sehari-hari, disadari atau tidak, keberadaan jin disekeliling kita banyak sekali jin. Begitu bila kita rujuk pada karakter juz 1, seringkali keberadaan atau hasil yang telah dicapainya tidak dilihat orang lain.

Jalan Keluar
Dua puluh dua ayat merupakan jumlah yat dari halaman 14 dan 15 pada juz 1. Jika  22 substitusikan menjadi urutan surah Al-Qur’an maka kita akan mendapatkan surah Al-Hajj. Hal ini menunjukkan orang yang berjuz 1 prefeksionis. Dalam pandangannya, segala sesuatu harus tampak sempurna, padahal tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dalam menjalankan sebuah rutinitas atau pekerjaan, ia pantang berhenti atau istirahat sebelum selesai atau sempurna.

Dasar
Pada halaman terakhir juz 1, ayatnya berjumlah 11. Surah ke-11 yaitu Hud. Hud merupakan simbolisasi dari tanah. Pada dasarnya, orang yang berjuz 1 susah melakukan verifikasi terhadap lingkungannya. Terkadang, ia juga agak susah membedakan mana yang baik dan tidak untuk dirinya sendiri. Hal itu sebagaimana sifat tanah yang akan menerima apa saja yang jatuh di tanah.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah, bagus informasinya u pengetahuan Al Quran

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah,Terimah kasih atas penjelasan yg sangat penting,berarti dan bermanfaat.

    BalasHapus